Terkini, Makassar - Kampanye hitam dan serangan negatif tampaknya tak menggoyahkan elektabilitas pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman dan Fatmawati Rusdi.
Meski pasangan ini kerap menjadi sasaran serangan, berbagai survei menunjukkan elektabilitas mereka tetap stabil dan sulit disaingi.
Pengamat politik Universitas Negeri Makassar, Muhammad Rhesa, menilai bahwa efek kampanye negatif di Sulawesi Selatan relatif minim.
Menurut Rhesa, pemilih kini semakin cerdas memilah informasi, termasuk dalam menyikapi isu-isu miring yang belum tentu benar.
"Publik sudah berpengalaman dalam berbagai kontestasi politik, sehingga serangan negatif dianggap sekadar bagian dari strategi politik. Mereka tidak serta-merta menjadikannya alasan untuk mengubah pilihan," ujar Rhesa.
Ia menambahkan, masyarakat cenderung memiliki preferensi politik yang kuat bahkan sebelum masa kampanye.
"Serangan yang muncul mendekati pemilihan tak cukup kuat untuk menggoyahkan pandangan yang telah terbentuk lama. Isu yang tidak merugikan langsung masyarakat juga tak terlalu berpengaruh," tambahnya.
Bahkan, menurut Rhesa, respons yang tepat terhadap kampanye hitam bisa memunculkan empati publik, yang berpotensi justru memperkuat dukungan bagi kandidat yang diserang.










