Duh, Jokowi Ternyata Belum Pede Soal Kestabilan Ekonomi, Ini Penyebabnya

Duh, Jokowi Ternyata Belum Pede Soal Kestabilan Ekonomi, Ini Penyebabnya

Dzul Fiqram Nur

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Sudah menjadi rahasia umum, perekonomian Indonesia menjadi anjlok semenjak adanya pandemi Covid-19, dan itu dialami oleh kebanyakan negara di dunia.

Dikatakan oleh Jokowi, perbaikan kondisi pandemi Covid-19 di dalam negeri akan berjalan beriringan dengan kondisi perekonomian nasional yang mulai bangkit.

Menurut Jokowi, terdapat sejumlah indikator yang dapat menunjukkan perekonmian Indonesia sudah kembali normal.

"Kalau kita lihat di urusan konsumsi, indeks keyakinan konsumen sudah kembali pada posisi normal kembali seperti sebelum pandemi," ujarnya.

Hal itu disampaikan oleh Jokowi saat memberikan arahan di acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia, Jakarta, Rabu, 24 November 2021 kemarin.

Selain dari konsumsi dan indeks keyakinan konsumen yang meningkat, Jokowi menyebutkan sektor retail and sales index juga sudah mulai merangkak naik.

Hal itu dikatakan seiring dengan pelonggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Di lain sisi, berdasarkan laporan Kementerian Keuangan, Jokowi menerima laporan capaian pajak, bea dan cukai kembali meningkat.

Meskipun begitu, Jokowi masih mengkhawatirkan faktor eksternal yang membuatnya belum sepenuhnya percaya diri ekonomi nasional akan stabil pada tahun depan.

"Pajak sangat baik, bea dan cukai juga sangat baik, PNPB juga sudah lebih dari 100 persen, ini baik semuanya. Tumbuh 18,2 (persen) YoY, angka yang sangat besar sekali," ujar mantan Walikota Solo ini.

"Tapi sekali lagi, ketidakpastian itu selalu mengintip, hati-hati. Kita tetap optimistis tapi tetap harus hati-hati," demikian pungkasnya.