Dua Pendaki Meninggal di Bawakaraeng Usai Peringati 17 Agustus, Basarnas: Hipotermia

Dua Pendaki Meninggal di Bawakaraeng Usai Peringati 17 Agustus, Basarnas: Hipotermia

HZ
Hasbi Zainuddin

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Makassar - Dua orang pendaki dikabarkan meninggal di Gunung Bawakaraeng, usai memperingati HUT RI pada 17 Agustus 2021.

Tim SAR Gabungan sementara mengevakuasi jenazah dua orang pendaki tersebut pada Rabu 18 Agustus 2021.

Informasi dihimpun, total ada 5 pendaki
yang dievakuasi karena hipotermia.

Kepala Basarnas Sulsel, Djunaidi menyatakan tim rescuer sudah menuju ke lokasi ditemukannya korban.

"Setelah kami terima laporan adanya pendaki gunung yang meninggal dunia, rescuer yang bertugas untuk standby pengamanan Siaga Merah Putih sudah bergerak menuju ke lokasi kejadian," ujar Djunaidi.

Djunaidi menyatakan untuk selanjutnya rencana korban akan segera di bawa ke Puskesmas Tinggi Moncong, Gowa. Hingga saat ini korban belum diketahui identitasnya.

Informasi dihimpun, satu Jenazah atas nama Stiven, sementara dievakuasi di Gunung Bawakaraeng. Stiven diketahui beralamat di Palantikan Gowa dekat mesjid muhajjrin.

Satu jenazah lagi, atas nama Rian, alamat samata dekat BTN Samata, sementara dievakuasi menuju Bulubalea.

Sebelumnya, sekitar 812 orang berasal dari pecinta alam dan organisasi berada di Gunung Bawakaraeng melakukan pengibaran bendera Merah Putih dalam rangka memperingati HUT ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Namun, cuaca mulai tidak bersahabat sejak pagi hari pada tanggal 17 Agustus 2021.

"Setelah kami terima laporan adanya pendaki gunung yang meninggal dunia, rescuer yang bertugas untuk standby pengamanan Siaga Merah Putih sudah bergerak menuju ke lokasi kejadian," ujar Djunaidi.

Pendakian Bawakaraeng Dilarang Jauh Sebelumnya

Diketahui, selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 yang berlangsung di Kabupaten Gowa, semua tempat usaha termasuk wisata alam maupun buatan ditutup sementara.

Salah satunya seluruh tempat wisata di wilayah Kecamatan Tinggimoncong, seperti Lembanna dan Gunung Bawakaraeng.

Djunaidi mengungkapkan, pihaknya bersama TNI dan Polri sebenarnya sudah mengerahkan tim untuk mencegat pendaki yang ingin naik ke Bawakaraeng. Namun, selalu saja ada yang lolos karena pendakian Bawakaraeng punya banyak jalur.

Camat Tinggimoncong Iis Nurismi mengungkapkan, selama PPKM ini pihaknya bersama pemerintah kecamatan, TNI, Polri, ormas dan relawan melakukan penyekatan yang dimulai dari posko PPKM Malino kemudian Kelurahan Pattapang, dan Posko Lembanna.

Hal itu dilakukan untuk mencegah masuknya masyarakat ke wilayah ini untuk melakukan wisata.

"Ada tiga posko yang harus mereka lalui ketika masuk di Kecamatan Tinggimoncong dan itu semua dijaga secara ketat oleh tim gabungan personil secara bergantian," ungkapnya.

Saat ini kata Camat Tinggimoncong kebanyakan masyarakat datang untuk melakukan pendakian di Lembanna atau di Gunung Bawakaraeng sehingga pihaknya betul-betul menjaga ketat agar tidak ada yang lolos.

Kendati demikian dirinya tidak menampik masih banyak masyarakat yang lolos untuk melakukan pendakian karena terdapat beberapa titik untuk sampai ke jalur pendakian.

"Kemungkinan memang ada yang lolos karena jalur pendakian terdapat beberapa titik," jelasnya.

Olehnya dirinya mengimbau agar wisatawan maupun kelompok pecinta alam untuk sementara waktu mengurungkan niatnya melakukan pendakian. Terlebih saat ini cuaca sangat ekstrim sehingga dikhawatirkan membahayakan keselamatan.

"Dimasa-masa seperti ini, mari kita saling menjaga, menjaga diri dan orang yang ada disekitar kita. Serta urungkan niat berkegiatan yang rawan menimbulkan kerumunan, cuaca juga sangat ekstrim angin kencang da dingin dan masih banyak kegiatan-kegiatan yang dapat kita lakukan untuk bangsa dan negara ini selain melakukan pendakian," imbaunya.