Terkini.id - Anggota Komisi E DPRD Sulsel, Jhon Rende Mangontan mendesak Dinas Kesehatan Sulsel agar mengkaji ulang kebijakan harga tes rapid antigen atau tes covid-19.
Bahkan politisi Partai Golkar ini meminta agar harga tes rapid antigen diturunkan, karena dianggap membebani masyarakat.
"Kita minta Dinkes mengkaji ulang kebijakan harga tes Covid-19 karena sudah memberatkan masyarakat, apalagi saat ini penerbangan sudah mulai aktif, " kata Jhon Rende.
Menurutnya, dari laporan dan pemantauan di lapangan pihak swasta mematok harga untuk tes antigen dijual hingga Rp310 ribu masa berlaku dua hari, tes swab/PCR Rp930 ribu-Rp950 ribu berlaku tiga hari dan tes Multikuler Rp1,150 juta, berlaku tiga hari.
Sedangkan tes cepat atau rapid tes biasa tidak digunakan lagi yang sebelumnya Rp350 ribu lalu turun Rp150 ribu sekali tes.
"Kalau pengusaha atau pejabat yang ingin bepergian harga tes itu tidak menjadi masalah, tapi bagaimana dengan warga biasa. Ini yang harus dipikirkan bersama, karena jelas membebani mereka, menambah pengeluaran dimasa sulit ini," ujar legislator Fraksi Golkar itu.
Jhon mencontohkan, di daerah Papua, tes antigen hanya Rp250 ribu, itupun masih dikeluhkan, padahal daerah itu sangat jauh dan akses terbatas.
Lantas di Sulsel semua serba mudah termasuk fasilitasnya, tapi malah lebih tinggi dari Papua.
"Tolong dipantau, yang kami maksud disini dari pihak swasta diduga memainkan harga. Kasihan masyarakat biasa yang mau bepergian, dari dimana lagi mereka mendapat uang tambahan untuk tes," pungkasnya.










