Dosen Teknik UGM Ditemukan Tewas Gantung Diri di Teras Rumahnya

Dosen Teknik UGM Ditemukan Tewas Gantung Diri di Teras Rumahnya

FD
Fachri Djaman

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Terkini.id, Yogyakarta - Dosen Fakultas Teknik Elektro, Universitas Gadjah Mada (UGM), BS (55), ditemukan tewas gantung diri di teras rumahnya di kawasan Wirogunan, Kecamatan Mergangsan, Kota Yogyakarta. Korban diduga nekat mengakhiri hidupnya lantaran depresi karena penyakitnya tak kunjung sembuh sejak Maret 2019. "Belum tahu (penyakitnya), keluarga tertutup. Hanya (informasinya) depresi dan dalam perawatan dokter jiwa di Purinirmala," kata Kapolsek Mergangsan Kompol Tri Wiratmo, dikutip dari Kumparan, Kamis 15 Agustus 2019. Peristiwa itu, kata Tri, bermula saat saksi Yuli (47) pergi berbelanja sayur di warung dekat rumah korban sekitar jam 09.00 WIB. Selesai berbelanja, saksi lantas kembali pulang ke rumah. "Sekitar 11.00 itu saksi pulang dan mendapati korban sudah gantung diri menggunakan tali tampar di teras rumah," kata Tri. Mengetahui hal tersebut, saksi lantas melaporkannya kepada warga dan diteruskan dengan laporan ke Polsek Mergangsan. Mendapati laporan itu, polisi bersama tim medis langsung menuju TKP. "Saat evakuasi kondisi korban sudah dalam kondisi meninggal dunia," ujar Tri. [caption id="attachment_169548" align="alignnone" width="640"]Dosen Teknik UGM Ditemukan Tewas Gantung Diri di Teras Rumahnya Foto: dokumentasi Polsek Mergangsan[/caption] Sementara itu, pihak kampus yang diwakili Kepala Humas dan Protokol UGM, Iva Ariani, membenarkan korban merupakan dosen aktif di UGM. "Saya menerima kabar dari teman-teman. Terus setelah itu kita cek dari data kepegawaian beliau adalah dosen Teknik Elektro UGM. Terus kemudian tim dari Fakultas Teknik dan sebagainya juga mengonfirmasi memang benar kejadian itu," kata Iva. Namun, pihaknya belum mengetahui secara detail soal penyakit yang dialami korban. Iva mengatakan UGM menyerahkan kasus ini ke polisi. "Jelas kami kaget berduka terhadap kejadian ini tapi kami menunggu hasil dari pihak berwajib. Kalau sudah ada informasi baru mungkin kita mau memikirkan seperti apa. Sampai saat ini kita menunggu," ujarnya.