Guntur Romli Laporkan Dosen UGM soal Cuitan 'Satu Per Satu Dicicil Massa', Husin Shihab Dukung: Ini Indonesia, Bukan 'Arab'!

Guntur Romli Laporkan Dosen UGM soal Cuitan 'Satu Per Satu Dicicil Massa', Husin Shihab Dukung: Ini Indonesia, Bukan 'Arab'!

R
Resty

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Ketua Cyber Indonesia, Husin Shihab mendukung politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Mohamad Guntur Romli yang melaporkan Dosen UGM, Prof Karna Wijaya atas cuitan “satu per satu dicicil massa” yang diduga mengandung unsur ancaman.

Husin Shihab meyakini bahwa Prof Karna Wijaya tidak akan lolos dari jeratan hukum. Ia menegaskan bahwa kita sedang berada di Indonesia, bukan Arab.

“Alhamdulillah, makasi mas Guntur Romli sudah dilaporkan,” kata Husin Shihab melalui akun Twitter pribadinya pada Senin, 18 April 2022.

“Saya yakin Dosen UGM Yogyakarta itu gak bakal lolos dari jeratan hukum. Ini Indonesia boss! bukan negara "Arab",” sambungnya.

Dilansir dari Detik News, Prof Karna Wijaya resmi dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Guntur Romli terkait dugaan pengancaman dan hasutan melalui media sosial.

Karna Wijaya diduga melanggar Pasal 160 KUHP, Pasal 28 dan 29 UU ITE. Laporan dari Guntur Romli kini telah diterima pihak kepolisian dan teregistrasi dengan nomor STTLP/B/1983/V/2022/SPKT/POLDA METRO JAYA.

“Hari ini melaporkan pemilik Facebook yang terduga atas nama Karna Wijaya dosen guru besar UGM,” kata Guntur Romli di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin, 18 April 2022.

“Saya merasa diancam dan dihasut karena ada postingan dia di Facebook yang memuat foto saya dan istri saya yang isinya itu 'satu per satu dicicil massa',” sambungnya.

Guntur Romli menjelaskan bahwa selain dirinya, ada sejumlah foto orang-orang yang dimuat dalam unggahan terlapor, seperti Denny Siregar dan Ade Armando.

Lalu, pada gambar Ade Armando, terpampang tanda silang. Guntur Romli pun menilai hal itu sebagai bentuk hasutan dan pengancaman baginya.

Sebagaimana diketahui, beberapa waktu yang lalu, Ade Armando dikeroyok hingga babak belur dan ditelanjangi oleh beberapa orang di tengah massa Aksi 11 April 2022.

“Jadi artinya kalau saya pahami ini kan kayak target mau dihakimi seperti Ade Armando selanjutnya,” kata Guntur Romli.

“Itu juga diperkuat komentar yang dilakukan oleh Karna Wijaya dengan kata-kata disembelih dan dibedil. Itu saya lihat ancaman yang serius,” lanjutnya.

Selain itu, Guntur Romli menanggapi pernyataan Karna Wijaya yang mengaku sekadar bercanda. Ia menilai bahwa apa yang dimuat oleh Karna Wijaya sudah keluar dari konteks bercanda.

“Kita dengar Karna Wijaya sudah dipanggil rektorat dan dia mengaku postingan dia buat tapi tujuan dia bilang bercanda. Bagi saya itu candaan nggak lucu kalau pakai bedil, disembelih, dan dicicil massa sudah nggak lucu," tuturnya.