Terkini, Mina – Jamaah Haji di Arab Saudi saat ini hendak melaksanakan puncak ibadah haji pelaksanaan wukuf di Arafah, dan salah satu rukun haji berdiam diri saat tenggelam matahari pada 9 Zulhijah, dan berakhir ketika terbit fajar pada 10 Zulhijah.
Sehingga stamina yang primatentu sangat dibutuhkan oleh seluruh jamaah haji karena harusmenyiapkan diri untukibadah selanjutnya di Mina dan Muzdalifah, pada 8 Dzulhijjah 1445 Hijriah.
Untuk itu, salah seorang Dokter Pendamping Kesehatan Tazkiyah Konsorsium Himpuh 208 jamaah haji, dr Wachyudi Muchsin SKed SH MKes memberikan imbauan kepada semua jamaah yang sudah berada di tanah sucidiimbauuntuk menjaga kondisi kesehatan agar bisa menjalani ibadah, terutama jamaah berusia lanjut atau lansia diminta menjaga kesehatan jelang Wukuf Arafah.
Dokter yang akrab dipanggil Dokter Koboi ini menegaskan menjaga kesehatan jelang Wukuf Arafah dengan mengurangi aktivitas di luar tenda atau hotel dan rutin minum air putih.
"Agar tidak jenuh kurangi aktivitas luar tenda perbanyak doa dan banyak minum air putih. Tak lama lagi, jemaah haji Indonesia akan menjalankan puncak Ibadah Haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Wukuf di Arafah akan berlangsung pada 9 Zulhijjah atau Sabtu 15 Juni 2024 waktu Arab ," ujar Dokter Yudi kepada Makassar Terkini.
Untuk menghadapi fase Armuzna, sambung Dokter Yudi, jemaah haji harus menyiapkan fisik, mental dan kesehatan agar seluruh rukun wajib haji bisa dilaksanakan dengan lancar.
Saat cuaca panas perlu waspadai Heat Stroke merupakan kondisi paling berat pada tubuh akibat cuaca panas karena tubuh tidak dapat mengontrol suhu badan.
Suhu badan meningkat dengan cepat hingga 41° C dalam 10 sampai 15 menit dan tubuh sudah tidak dapat mengeluarkan keringat.
Heat Stroke dapat memperberat kondisi jamaah yang sedang sakit dan menyebabkan koma sampai kematian.
Kondisi ini dapat dialami siapa saja, tetapi risiko bayi dan lansia mengalami heatstroke cenderung lebih tinggi imbuh dokter Yudi yang juga Kabag Humas UIM Makassar ini.









