Terkini.id, Jakarta - Artis Ike Muti membuat heboh media sosial lantaran pengakuannya yang menuding Pemerintah Provinsi DKI Jakarta punya tendensi politik saat memilih talent untuk bermain film webseries.
Dalam postingan instagramnya, Ike Muti menyebutkan bahwa dirinya mendapat tawaran bermain film webseries tapi dengan syarat dia harus mengahapus foto-foto bersama Presiden Jokowi dalam akun instagramnya.
Hal itu lantaran klien penyelenggara proyek film tersebut adalah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
"Di saat pandemi masih ada beberapa tawaran webseries, tapi kalau ada tawaran rezeki ke saya dengan meminta saya untuk menghapus foto-foto di sosmed yang ada Bapak Presiden kita Jokowi, kok rasanya gak profesional banget!!! hanya karena project webseries tersebut akan bekerja sama dengan klien dari Pemprov DKI," tulisnya lewat media sosialnya.

Akibat postingan itu menjadi viral, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta pun melayangkan somasi kepada artis Ike Muti tersebut untuk menjelaskan posting-an di Instagram (IG) soal gagal mendapat kerjaan mengisi web series karena tidak mau menghapus foto bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Polemik itu akhirnya berbuntut panjang. Kemudian muncullah pihak agensi yakni Marantika Agency menjelaskan telah terjadi salah paham dan meminta maaf kepada Pemprov DKI.
Lewat IG Story, Marantika Agency menjelaskan bahwa kesalahpahaman berawal dari candaan lewat telepon.

Marantika menjelaskan turut merasa bersalah karena isu terus berkembang. Ike Muti memang masuk salah satu talenta yang bakal diikutsertakan dalam proyek pembuatan film pendek bertema soal masalah percintaan sepasang kekasih.
Marantika berasumsi bahwa film pendek tersebut buatan Pemprov DKI karena setting film dibuat di Jakarta. Namun, dalam perjalanannya, nama Ike Muti tak lolos sebagai talenta.
"Hasil dari seleksi foto oleh komunitas ini memutuskan yang terpilih adalah talent lain dikarenakan adanya kesamaan antara wajah ibu dan anak di mana peran ini ada dalam film pendek tersebut," kata Marantika seperti dilihat di IG Story-nya saat diakses detikcom, Sabtu 1 Agustus 2020.

Kemudian terjadi kesalahpahaman ketika Marantika dan Ike Muti bercanda lewat telepon. Marantika mengatakan tidak terpilihnya Ike Muti lantaran Ike pernah berfoto dengan Jokowi.
"Namun dalam percakapan telepon antara saya dan Mbak Ike ketika mengabarkan keputusan ini, saya bercanda atau berseloroh bahwa ketidakterpilihannya karena banyak foto di media sosial Mba Ike dengan Bapak Presiden," kata Marantika.
Sadar atas kesalahan tersebut Marantika minta maaf kepada Ike Muti lewat akun Instagram, termasuk kolom komentar akun Ike Muti. Marantika juga turut meminta maaf ke Gubernur Jakarta Anies Baswedan dan Pemprov DKI Jakarta.
"Pada kesempatan ini, saya meminta maaf terhadap Bapak Anies Baswedan @aniesbawedan (Pemprov DKI) atas kesalahan komunikasi antara saya dengan Mbak Ike yang membuat Mbak Ike berprasangka bahwa seloroh saya akibat kebijakan Pemprov DKI.
Mba Ike tidak salah ketika memposting masalah ini di media sosialnya karena beliau mendapat info yang salah dari saya. Ini murni kesalahan persepsi saya terhadap rencana komunitas kreatif," ungkap Marantika.
Ike Muti Akhirnya Minta Maaf
Sementara, Ike Muti pun akhirnya memberikan klarifikasi terkait posting-an di Instagram (IG) soal gagal mendapat pekerjaan mengisi web series karena tidak mau menghapus foto bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ike menyebut dirinya tidak memiliki niat merugikan nama baik Pemprov DKI Jakarta.
"Bersamaan dengan ini, saya sampaikan bahwa, sama sekali tidak ada niatan saya menyampaikan kebohongan apalagi sampai merugikan nama baik Pemda Provinsi DKI Jakarta," tulis Ike Muti dalam akun Instagram-nya, seperti dilihat pada Minggu 2 Agustus 2020.
Ike mengungkapkan, informasi yang dia berikan bukan bersumber darinya. Melainkan dari pihak Marantika agency.
"Belakangan saya kaget bahwa postingan saya tersebut menjadi viral. Baru belakangan juga saya mengetahui dari sdr Marantika melalui wa bahwa informasi yang saya dapatkan darinya adalah tidak benar," kata Ike.
"Hal ini juga disampaikan oleh saudari Marantika melalui akun media sosial miliknya yaitu IG @marantika_agency pada Jumat pagi dan melalui instastory pada Jumat malam tanggal 31 Juli 2020, serta surat yabg dibuatnya yang juga memuat permohonan maaf sdr Marantika kepada saya, Gubernur DKI Jakarta dan Pemda DKI Jakarta," sambungnya.
Ike juga menyampaikan permohonan maaf kepada Pemprov DKI Jakarta. Permohonan ini disampaikan akibat kegaduhan yang timbul akibat posting-annya.
"Jelas bahwa informasi tersebut sesungguhnya bukan bersumber dari saya, namun bagaimanapun saya minta maaf kepada semua pihak dan khususnya Pemda Provinsi DKI Jakarta atas postingan saya yang telah menimbulkan kegaduhan saya juga telah menghapus postingan saya sebelumnya," tuturnya.










