Diskusi Situasi Global di UNM, Pembicara Soroti Penurunan Kualitas Demokrasi Indonesia

Diskusi Situasi Global di UNM, Pembicara Soroti Penurunan Kualitas Demokrasi Indonesia

Muh Nasruddin

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

“20 Tahun berperang Amerika tidak pernah menang,” ungkapnya.

Hamid Awaluddin juga membahas mengenai perang Amerika dengan Iran. Menurutnya secara militer Amerika sudah kalah, karena berjanji akan selesai dari lima hari. Namun faktanya masih berlangsung hingga minggu ke-9.

“Faktor utamanya, yakni terjadi penyatuan antara seluruh struktur penduduk atau rakyat Iran. Ada 33 juta sekarang rakyat Iran menandatangani petisi siap menjadi tentara Iran. Sebaliknya di Amerika, jutaan rakyat Amerika menolak perang. Artinya apa ini? Ada dua hal,” ujarnya.

Selain itu, apa yang dilakukan Amerika terhadap Iran tidak bisa dilepaskan kaitannya dengan apa yang dilakukan Amerika terhadap Venezuela dari bulan Januari.

“Kedua kepentingannya hanya satu, bagaimana meruntuhkan hegemoni Cina. Mengapa ini berkaitan dengan Cina? Karena Amerika tidak mampu menyaingi industri Cina. Oleh karena itu kalau kita lihat periode pertama Trump itu adalah periode anti-industri atau anti-produk Cina. Lalu di mana masalahnya? Kenapa dia harus anti-Cina? Karena mereka kalah bersaing dengan produk Cina.

Venezuela itu menyuplai 675.000 barel minyak mentah ke Cina per hari. Oleh karena itu untuk memutus mata rantai ini Amerika menyerang dan mengambil alih kilang-kilang minyak Venezuela. Di Iran, produksi minyak Iran per hari ini 2.400.000 barel per hari. 95% dari 2.400.000 barel per hari ini diekspor ke Cina,” paparnya.

Sementara itu, Rocky Gerung memaparkan, seorang pemimpin yang visioner harus mampu melihat tanda-tanda bahwa demokrasi sedang mengalami hambatan atau kemacetan.

“Sifat visioner pemimpin adalah mengintip macetnya potensi demokrasi dan harapan, kita hidup di kondisi Homeless media, homeless mind, pikiran kita tidak punya rumah, kita mau punya rumah dimana, ketika ekonomi menyiksa kita, tidak punya harapan, kita mau punya rumah dimana, ketika Indonesia masuk ke rumah orang dan menjadi pembantu di situ, pembantu Donald Trump,” paparnya.

Rocky juga mengungkapkan bahwa Indonesia sangat kaya dengan sumber alam, cadangan gas yang besar, emas dan sebagainya.

“Kita punya cadangan. Cadangan apa? Gas alam bisa buat 300 tahun ke depan. Masalahnya, digali kapan? Dieksploitasi kapan?. Begitu juga emas. Iya, emas hanya disebut emas kalau dia sudah dijual di toko emas. Kalau di lembah, nggak ada harganya,” ujarnya.