Diguyur Hujan Deras, 4 Kecamatan di Nunukan Terendam Banjir dan Longsor

Diguyur Hujan Deras, 4 Kecamatan di Nunukan Terendam Banjir dan Longsor

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Nunukan - Hujan dengan intensitas tinggi kembali melanda salah satu wilayah di Indonesia tepatnya di Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara, sejak Minggu 27 September 2020 lalu pukul 23.30 WITA.

Akibatnya, empat kecamatan di tiga kecamatan wilayah administrasi Kabupaten Nunukan terendam banjir.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan melaporkan banjir mengakibatkan sedikitnya 55 KK terdampak dan 52 unit rumah terendam dengan Tinggi Muka Air (TMA) 100 cm.

Selain itu dilaporkan juga adanya tanah longsor dikarenakan struktur tanah yang labil yang mengakibatkan tiga unit rumah rusak ringan.

Adapun tiga kecamatan yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor tersebut antara lain, Kecamatan Nunukan Selatan tepatnya di Kelurahan Selisun, Kecamatan Nunukan di Kelurahan Nunukan Tengah, Kelurahan Nunukan Utara, Kelurahan Nunukan Utara, Kelurahan Nunukan Timur, Desa Binusan dan Desa Sei Fatimah.

Sementara Kecamatan Sebatik Timur juga terdampak tepatnya Desa Tanjung Harapan.

Dalam keterangan pers yang dikirim Raditya Jati selaku Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB mengatakan atas kejadian tersebut, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Nunukan langsung melakukan kaji cepat, evakuasi warga serta berkoordinasi dengan instansi terkait guna mempercepat penanganan bencana tersebut.

"Sebanyak 21 orang personil BPBD bersama aparat desa dan warga turut dilibatkan dalam penangangan akibat dampak dari peristiwa ini," tulisnya.

Adapun kendala di lapangan yakni masih terbatasnya peralatan dan beberapa titik lokasi bencana sulit dijangkau oleh personil BPBD sehingga untuk sementara penanganan hanya dilaksanakan secara mandiri oleh warga setempat.

"Melalui kajian analisis InaRISK BNPB mengidentifikasikan wilayah di Kabupaten Nunukan memiliki potensi banjir dengan kelas bahaya sedang hingga tinggi dengan luas bahaya 245 ribu hektar," bebernya.

Dilihat dari sisi risiko, sekitar 36 ribu populasi di 15 kecamatan merupakan penduduk terpapar terhadap potensi bahaya banjir tersebut.

Sedangkan dilihat dari potensi tanah longsor menunjukan bahaya sedang hingga tinggi di Kabupaten Nunukan dengan luas bahaya 685 ribu hektar.

Sementara itu, 17 ribu jiwa potensi terpapar di 15 kecamatan dilihat dari sisi risiko.

Kajian analisis InaRISK ini dapat diakses di tautan berikut InaRISK untuk dapat mengetahui potensi resiko bencana yang ada di sekitar kita.