Terkini.id, Makassar - Dewan Pers menggelar diseminasi terkait cara mencegah dan menangani masalah kekerasan terhadap wartawan dalam melakukan aktivitas peliputan terkait Pemilu tahun 2024.
Diseminasi ini digelar di Hotel Swissbel Makassar, Kamis 21 Desember 2023.
Anggota Dewan Pers, Asep Setiawan menyampaikan, kekerasan terhadap wartawan bisa terjadi secara fisik, verbal, bahkan praktek doxing atau bullying lewat media sosial.
Terkait persoalan tersebut, pihak Dewan Pers telah mengeluarkan edaran nomor 04/SE-DP/XII/2023 tentang mekanisme pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap pers dalam peliputan Pemilu yang didukung oleh UNESCO.
Dalam kesempatan tersebut, puluhan wartawan dari berbagai media di Makassar, dilatih tentang cara cepat merespons dan menangani peristiwa-peristiwa terkait kekerasan terhadap wartawan. Misalnya menghubungi satgas di Kepolisian yang khusus menangani kekerasan pers, dan melakukan advokasi dengan melibatkan berbagai pihak seperti perusahaan pers, asosiasi profesi dan lainnya.
Disebutkan, berdasarkan survei terkait kekerasan wartawan dalam Pemilu, tercatat praktek kekerasan terhadap wartawan paling banyak dilakukan oleh tim sukses kandidat atau Parpol.
"Sebanyak 33,3 persen kekerasan atau intimidasi dalam konteks Pemilu dilakukan oleh tim sukses atau partai," jelas Mantan Wakil Pemimpin Redaksi Metro TV tersebut.
Selain itu, 29,4 persen responden menjawab tidak tahu pelaku intimidasi/kekerasan, 11 persen kandidat Pemilu, 8,7 persen aparat, 7,1 persen simpatisan kandidat, 5,6 persen penyelenggara pemilu, dan 4 persen orang suruhan atau preman.
Dalam kesempatan tersebut, Dewan Pers juga menegaskan bahwa kerja-kerja wartawan dalam menjalankan tugasnya dilindungi oleh UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
Selain di Makassar, kegiatan serupa diselenggarakan di kota yang dinilai rawan terjadi kekerasan wartawan dalam peliputan pemilu, seperti Sumatera Utara.
Kegiatan tersebut dihadiri Kasubdit 1 Ditreskrimum Polda Sulsel, AKBP Dr Agus Khaerul sebagai pembicara, serta sejumlah peserta dari AJI, APJI, AMSI, perwakilan perusahaan pers, dan sejumlah lembaga lainnya.










