Dengan 'Al-Amal', Uni Emirat Arab (UEA) Sukses Cetak Sejarah

Dengan 'Al-Amal', Uni Emirat Arab (UEA) Sukses Cetak Sejarah

FR
EP
Fitrianna R
Echa Panrita Lopi

Tim Redaksi

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Hilangnya atmosfer karena faktor luar angkasa atau Matahari telah dipelajari oleh misi lain dan dengan Al-Amal, UEA ingin menjembatani kesenjangan pengetahuan tentang peran apa yang dimainkan sistem cuaca di Mars dalam hilangnya atmosfer dengan mempelajari dinamika atmosfer Mars serta interaksinya terhadap cuaca antariksa, seperti angin surya untuk memahami perubahan iklim Mars yang terjadi selama setahun serta hubungan antara cuaca Mars saat ini dan di masa lalu.

Sebagai tambahan, Al-Amal memiliki struktur utama berbentuk kubus dengan tinggi mencapai 2,9 meter dan lebar 2,37 meter serta dilengkapi antena berdiameter 1,5 meter untuk komunikasi dan dua panel surya sebagai sumber tenaga.

Al-Amal dilengkapi dengan 3 instrumen penting untuk mendukung misinya, yaitu:

1. Emirates Mars Infrared Spectrometer (EMIRS) yang terdiri dari spektrometer inframerah termal interferometri yang berfungsi untuk memeriksa serta mengkarakterisasi distribusi es, uap air, dan debu di atmosfer Mars yang lebih rendah, serta mengamati pola suhunya. EMIRS dapat memindai permukaan Mars hingga 60 kali per minggu.

2. Emirates Exploration Imager (EXI) yang terdiri dari kamera multi-band yang mampu mengambil foto beresolusi tinggi permukaan Mars. EXI juga berfungsi untuk mengukur sifat-sifat es, air, aerosol, debu, dan ozon di atmosfer Mars.

3. Emirates Mars Ultraviolet Spectrometer (EMU) yang akan mendeteksi emisi dalam rentang panjang gelombang 100-170 nanometer untuk mengukur secara akurat laju pelepasan gas hidrogen dan oksigen dari atmosfer Planet Merah ke luar angkasa.

Al-Amal akan menjalankan misi ilmiahnya tersebut selama satu tahun Mars (687 hari di Bumi) dan jika masih berfungsi di akhir misi, tentunya Al-Amal berpotensi menerima perpanjangan misi di luar rencana saat ini.