Terkini.id, Jakarta - Ahmad Fahrur Rozi selaku Ketua PBNU mengumumkan peluncuran Mujahid Cyber yang berfungsi untuk melawan Buzzer dan Hoax.
Dilansir dari detik.com, Selasa 31 Mei 2022, Ahmad Fahrur Rozi berharap Mujahid Cyber Army nantinya tidak digunakan untuk kepentingan politik.
Selain itu, tujuan dengan adanya Mujahid Cyber ini diharapkan semua penganut agama Islam bisa saling mengingatkan agar tidak menyebarkan berita yang dipenuhi unsur kebohongan.
"Saya kira boleh saja jika memang objektif dan tidak memihak kelompok tertentu, namun benar-benar bertujuan untuk menyampaikan kebenaran dan meluruskan berita hoax, karena setiap muslim wajib untuk amar makruf nahi mungkar, saling mengingatkan, mengajak kepada keimanan dan ketakwaan, tidak boleh menyebar berita bohong, apalagi mendorong berbuat kemaksiatan," ujar Ahmad Fahrur Rozi, dikutip dari detik.com, Selasa 31 Mei 2022.
Lebih lanjut lagi, Ahmad Fahrur Rozi berharap Mujahid Cyber bisa menjadi tempat untuk memberikan edukasi dan memperkokoh hubungan sesama pemeluk agama Islam.
"Media sosial ormas Islam hendaknya dijadikan sarana edukasi mempererat ukhuwah, dan memperkokoh kerukunan antarumat beragama, maupun hubungan antara umat beragama dengan pemerintah," kata Ahmad Fahrur Rozi.
Nantinya Mujahid Cyber akan melayani kepentingan umat Islam dengan penuh kejujuran dan tidak akan memuat berita tentang kampanye kepentingan politik pihak tertentu.
"Memproduksi atau menyebarkan konten atau informasi yang bertujuan untuk membenarkan yang salah atau menyalahkan yang benar, membangun opini palsu dengan tujuan menyembunyikan kebenaran serta menipu khalayak, itu juga haram hukumnya," imbuhnya.
Ahmad Fahrur Rozi juga berujar bahwa membuat dan menyebarkan informasi yang tidak ada unsur kebenarannya hukumnya haram dalam agama Islam.
"Memproduksi atau menyebarkan konten atau informasi yang bertujuan untuk membenarkan yang salah atau menyalahkan yang benar, membangun opini palsu dengan tujuan menyembunyikan kebenaran serta menipu khalayak, itu juga haram hukumnya," tuturnya.
Ahmad Fahrur Rozi mengajak umat Islam agar berhati-hati terhadap sebuah pemberitaan dan selalu mengecek kembali kebenaran berita tersebut.
"Pada prinsipnya, wajib bagi kita bersama untuk melakukan tabayun atau check dan recheck terhadap berita yang beredar. Sesuai ajaran Al-Qur'an dan hadits dalam bermedia sosial, di antaranya adalah firman Allah SWT yang memerintahkan pentingnya tabayun atau klarifikasi ketika memperoleh informasi, yakni surat Al-Hujurat ayat 6," ucapnya.
"Dalam sebuah hadits riwayat Abi Hurairah ra Rasulullah SAW bersabda: 'Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaknya ia berkata yang baik atau diam' (HR. Bukhari dan Muslim)," pungkasnya.










