"Perhimpunan ini menjadi mitra penting dalam memastikan bahwa warisan budaya, adat istiadat, dan nilai-nilai luhur bangsawan Sulawesi Selatan tetap terjaga dan menjadi bagian integral dari pemajuan kebudayaan nasional," pungkas dia.
"Komitmen ini tidak hanya melindungi warisan leluhur, tetapi juga menjadikannya fondasi bagi pengembangan identitas dan budaya bangsa di masa depan," sambungnya.
Perhimpunan ini tidak hanya memperkuat posisi kerajaan-kerajaan di Sulawesi Selatan dalam peta kebangsawanan Nusantara, tetapi juga memastikan bahwa martabat dan warisan mereka tetap murni dan terjaga dari upaya-upaya untuk memalsukan atau merendahkan nilai-nilai tersebut.
Dengan filter yang ketat terhadap mereka yang mengklaim sebagai bagian dari bangsawan, Komite Nasional Perhimpunan Kerajaan Sulawesi Selatan Indonesia akan memastikan bahwa hanya mereka yang benar-benar berasal dari trah asli yang diakui, sehingga tradisi dan peradaban Sulawesi Selatan tetap terhormat dan dihormati.
"Kehadiran perhimpunan ini menandai era baru kebangkitan kebangsawanan Sulawesi Selatan, di mana kerajaan-kerajaan dapat berdiri setara dengan organisasi kerajaan lainnya, sekaligus melindungi martabat, identitas, dan warisan mereka dari segala bentuk perendahan dan distorsi,"jelas Andi Fahri Makkasau.
Tidak ada lagi ruang bagi pihak luar untuk merendahkan atau merusak sejarah dan budaya Sulawesi Selatan, karena perhimpunan ini hadir untuk memastikan bahwa tradisi leluhur tetap hidup dan berkembang sesuai dengan nilai-nilai luhur yang sudah ditanamkan oleh generasi-generasi terdahulu.
"Bagi Pewaris Kerajaan Sah yang belum mendapatkan undangan dan ingin menjadi bagian dari jalannya sejarah dapat menghubungi SC,"tandasnya.









