Terkini, Makassar -- Pilwalkot Makassar 2024 dipastikan akan berlangsung lebih sengit. Namun, jumlah debat kandidat yang awalnya direncanakan tiga kali, kini dipangkas menjadi dua kali.
Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan durasi kampanye yang singkat dan keterbatasan anggaran. KPU Makassar ingin memastikan setiap debat berlangsung efektif dan berkualitas.
Meskipun jumlah debat berkurang, KPU Makassar berjanji akan tetap menghadirkan debat yang berkualitas. Durasi masing-masing debat akan tetap 120 menit, dengan fokus pada isu-isu yang paling penting bagi masyarakat Makassar.
Ketua KPU Makassar, Andi Muhammad Yasir Arafat menuturkan pada awalnya, KPU Makassar berencana menggelar tiga kali debat kandidat. Namun, setelah melihat jadwal kampanye yang hanya berlangsung selama 60 hari, jumlah debat dipangkas menjadi dua kali untuk memastikan efektivitas pelaksanaannya.
"Setelah melihat padatnya kegiatan kampanye dan durasinya yang hanya 60 hari, yang terpendek dibandingkan pemilu sebelumnya, kami memutuskan untuk mengurangi jumlah debat demi efektivitas," tuturnya.
Lebih lanjut, Yasir menyampaikan bahwa jadwal pasti pelaksanaan debat belum ditentukan. Menurutnya, KPU Makassar masih memerlukan pertemuan internal untuk memutuskan waktu dan tema debat, serta menyusun teknis pelaksanaannya.
"Belum ada jadwal resmi. Kami akan mengadakan pertemuan internal terlebih dahulu untuk memutuskan tema dan tanggal debat. Selain itu, kami juga akan berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan," jelasnya.
Terkait lokasi debat, Yasir mengatakan KPU Makassar masih dalam tahap koordinasi dengan berbagai pihak. KPU Makassar masih mencari lokasi yang strategis untuk menggelar debat. Ada kemungkinan debat akan disiarkan secara langsung di televisi nasional agar dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat Makassar.
Ia mengungkapkan bahwa pihaknya menginginkan debat disiarkan melalui stasiun televisi nasional, meskipun hal tersebut masih bergantung pada kecocokan anggaran yang tersedia.
"Kami sedang berkoordinasi dengan pihak TV nasional untuk memastikan anggaran yang ada mencukupi," ujarnya.
Yasir juga menyebutkan adanya kemungkinan debat dilaksanakan di luar Makassar, bahkan di luar Pulau Sulawesi. Namun, keputusan ini masih dalam tahap pembahasan lebih lanjut.
"Semua kemungkinan terbuka, baik dilaksanakan di luar Sulawesi maupun tetap di Makassar. Keputusannya akan kami sepakati setelah pembahasan lebih lanjut," ungkapnya.
Meski jumlah debat dikurangi dari tiga menjadi dua kali, Yasir memastikan durasi debat tetap 120 menit per sesi. Menurutnya, pengurangan jumlah debat tidak akan mempengaruhi durasi per debat yang telah ditetapkan.










