Terkini.id, Jakarta - Setelah kematian Ratu Elizabeth II dan posisinya sekarang digantikan oleh anak pertamanya membuat beberapa negara yang merupakan bagian dari persemakmuran Inggris ingin melepaskan diri dan merdeka menjadi negara republik.
Diketahui saat ini Britania Raya dipimpin oleh Pangeran Charles yang sekarang berstatus sebagai Raja Charles III.
Isu tentang beberapa negara yang ingin merdeka dari Kerajaan Inggris sudah lama beredar sejak Ratu Elizabeth II masih hidup.
Keinginan ini semakin menguat lantaran wafatnya Ratu Elizabeth II pada Kamis 8 September 2022 waktu setempat.
Dibawah ini adalah daftar negara yang ingin merdeka dari persemakmuran Inggris, dikutip terkini.id dari cnnindonesia.com, Selasa 13 September 2022:
1. Belize

Belize adalah salah satu negara persemakmuran Inggris yang menyatakan keinginannya untuk lepas dari Kerajaan Inggris.
Henry Charles Usher selaku Menteri Konstitusi dan Reformasi Politik Belize mengatakan bahwa proses pelepasan diri dari penjajah sudah terjadi di kawasan Karibia.
"Proses dekolonisasi sedang berkembang di wilayah Karibia," ujar Henry Charles Usher.
Walaupun begitu, Henry Charles Usher masih menyerahkan keputusan untuk merdeka dari Inggris kepada masyarakat Belize.
"Mungkin ini waktu bagi Balize untuk mengambil langkah selanjutnya dalam benar-benar memiliki kemerdekaan kami. Namun, isu itu merupakan keputusan masyarakat Belize," kata Henry Charles Usher.
2. Jamaika

Sekitar bulan Maret 2022, negara Jamaika melontarkan bahwa mereka ingin melepaskan diri dari persemakmuran Inggris.
Andrew Holness selaku Perdana Menteri Jamaika mengucapkan akan menyampaikan hal tersebut ketika bertemu dengan Pangeran William dan Kate Middleton suatu saat nanti.
"Kami ingin maju terus. Kami ingin mencapai ambisi kami sebenarnya dan takdir kami sebagai negara merdeka," ucap Henry Charles Usher.
Sejauh ini, Inggris telah menjadi penguasa Jamaika selama 300 tahun lebih. Selama menjadi diktator di Jamaika, ratusan budak Afrika bekerja secara paksa dan dalam kondisi yang memprihatinkan.
Pada bulan Agustus 1962, Jamaika dinyatakan merdeka namun masih tetap dalam bagian dari persemakmuran Inggris.
3. Antigua dan Barbuda

Gaston Browne selaku Perdana Menteri Antigua dan Barbuda menyebutkan akan menggelar pembaharuan konstitusi dalam tiga tahun kedepan.
Dalam referendum ini akan turut dibahas mengenai agenda menjadikan Antigua dan Barbuda sebagai negara republik.
"Ini merupakan masalah yang harus ditindaklanjuti menggunakan referendum masyarakat untuk memutuskan," ungkap Gaston Browne.
Biarpun Jamaika ingin merdeka dari persemakmuran Inggris, Gaston Browne menegaskan keputusan itu bukan bermaksud untuk menyinggung Raja Charles III dan anggota keluarga kerajaan Inggris lainnya.
"Ini bukan merupakan bentuk sikap tak hormat kepada monarki. Ini bukan aksi kekerasan, ataupun perbedaan antara Antigua dan Barbuda kepada monarki. Ini adalah langkah menyelesaikan lingkaran kemerdekaan untuk mencapai kedaulatan nasional yang sebenarnya." papar Gaston Browne.
4. St Kitts dan Nevis

Shawn Richards selaku Perdana Menteri St Kitts dan Nevis menilai sudah saatnya negara yang dipimpinnya memiliki status baru dan lepas dari persemakmuran Inggris.
Apalagi saat ini negara tetangganya telah berhasil melepaskan diri dari persemakmuran Inggris.
"Perkembangan dalam beberapa dekade terakhir mengajarkan kami bahwa sudah waktunya bagi St. Kitts dan Nevis untuk menilai sistem pemerintahan monarkinya dan memulai dialog untuk mendapatkan status baru, seperti yang dilakukan Trinidad, Guyana, Dominica, dan Barbados," imbuh Shawn Richards.
5. Grenada

Kepala Komite Reparasi Nasional Grenada, Arley Gill berujar bahwa keluarga kerajaan Inggris telah hilang kepentingannya terhadap warga Grenada.
Selain hal tersebut, masyarakat Grenada juga menginginkan negaranya tidak dipimpin oleh seorang Ratu lagi.
"Saat berbicara dengan masyarakat umum setiap hari, mereka tidak memiliki keberatan atas penghapusan Ratu sebagai kepala negara. Itu keadaan umum saat ini," jelas Arley Grill.
6. Bahama

Bahama juga sempat mengutarakan maksudnya untuk merubah peraturan perundang-undangannya agar dapat menjadi negara republik.
Menurut situs berita Amerika Serikat, ABC News, Pangeran William pernah mengungkapkan bahwa hubungan kerajaan Inggris dan Bahama, Belize dan Jamaika sudah tidak seperti dahulu lagi.
"Tahun depan, saya tahu Anda semua menantikan perayaan 50 tahun kemerdekaan, peringatan emas kalian," pungkas Pangeran William.










