Terkini.id, Jakarta - Seorang netizen di media sosial membongkar fakta terkait postingan video aktivis Babeh Aldo yang memperlihatkan aparat TNI-Polri melakukan gerakan piting terhadap seorang warga.
Adapun foto tangkapan layar unggahan netizen yang membongkar fakta soal postingan video Babeh Aldo itu viral usai diunggah pengguna Twitter Tukangrosok_, seperti dilihat pada Minggu 6 Februari 2022.
Dalam narasi cuitannya, netizen itu melaporkan postingan Babeh Aldo yang disebut hoax tersebut kepada Polri dan TNI.
"Tandain deh,,,, Cc ListyoSigitP DivHumas_Polri CCICPolri Puspen_TNI," cuit netizen Tukangrosok_ sembari menyertakan tagar 'TangkapBabeAldo'.
Dilihat dari foto tangkapan layar itu, tampak Babeh Aldo lewat unggahannya di media sosial memosting sebuah video yang memperlihatkan aparat TNI-Polri memiting seorang warga.
Sementara dalam narasi cuitannya, Aldo menyebut aksi kekerasan yang dilakukan aparat dalam video itu merupakan fakta gambaran negara demokrasi Pancasila saat ini.
"Fakta yang terjadi di NEGARA DEMOKRASI PANCASILA!!," tegas Babeh Aldo sambil menyertakan tagar 'CabutMandatory'.

Sontak postingan video Babeh Aldo itu ditanggapi seorang netizen pengguna akun Renol71935147. Ia pun mengingatkan warganet untuk mewaspadai unsur hoax terkait unggahan Aldo itu.
Pasalnya, kata sang netizen, secara kejadian dalam video yang diunggah oleh Babeh Aldo itu terjadi di daerahnya.
Ia pun membeberkan fakta terkait video itu. Menurutnya, aparat TNI-Polri dalam video tersebut memiting warga itu lantaran membawa senjata tajam (Sajam).
Menurut akun tersebut, warga yang dipiting aparat itu dalam kondisi stres. Karena membawa sajam, dikhawatirkan pria itu dapat melukai warga di sekitar lokasi kejadian.
"Awas hoax ini di daerah ane. Itu kenapa disekap gitu karena stres bawa senjata tajam mau ngelukain orang yang lewat depannya," ungkap netizen Renol71935147.
Lebih lanjut, sang netizen juga mengungkapkan bahwa kejadian dalam video yang diunggah oleh Babeh Aldo itu terjadi di daerah Duren Mekar Bojongsari Depok.
"Itu daerah duren mekar Bojongsari Depok," ujarnya.










