Belum Bayar SPP, 11 Siswa SMA Citra Bangsa Kodingareng Terancam Berhenti Sekolah

Belum Bayar SPP, 11 Siswa SMA Citra Bangsa Kodingareng Terancam Berhenti Sekolah

K
Kamsah

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Makassar - Ketua WALHI Sulsel, Muhammad Al Amin menyebut ada 11 siswa SMA Citra Bangsa Kodingareng, sekolah swasta, terancam berhenti sekolah lantaran belum membayar Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP).

Amin mengatakan mendapat informasi tersebut melalui orang tua yang bersangkutan. Amin mengatakan orang tua siswa meminta berdiskusi untuk mencari jalan keluar.

Pihaknya sempat hendak menindaklanjuti ke Dinas Pendidikan Provinsi. Hanya saja, Amin mengatakan pihaknya mengalami keterbatasan waktu.

"Akhirnya teman-teman berinisiatif menggalang donasi publik ke kitabisa com agar kebutuhan penyelesaian biaya SPP ini bisa teratasi dengan cepat," kata Amin, Rabu, 14 April 2021.

Penyebab orang tua kesulitan membayar SPP lantaran rusaknya ekosistem laut akibat penambangan pasir laut di sekitar pulau. Mayoritas pekerjaan masyarakat di Kodingareng adalah nelayan.

Untuk biaya pembayaran SPP, Amin mengatakan dibutuhkan dana sebanyak Rp10 juta dan dari yang terlihat sudah terkumpul Rp3 juta.

Amin mengatakan 11 anak tersebut tidak diperbolehkan masuk ke ruangan sekolah selama belum menyelesaikan pembayaran SPP.

"Dan yang paling riskan, adalah ada beberapa orang anak yang terancam tidak bisa ikut Ujian Nasional (UN)," kata Amin.

Hal ini menjadi gambaran bahwa, masyarakat di daerah terpencil sangat membutuhkan perhatian pemerintah. Begitu pun dengan sekolah mereka.

"Sehingga kita berharap pemerintah responsif memberikan beasiswa kepada anak-anak yang memiliki keterbatasan ekonomi," kata Amin.

Amin juga menjelaskan kegiatan pengerukan pasir laut di tahun 2020 lalu memberi efek signifikan hingga mempengaruhi pendidikan anak sekolah.

"Orang tua murid mengatakan kepada kami, mereka tidak bisa membayar uang sekolah karena mereka tidak bisa melaut, selama adanya aktifitas penambangan pasir laut. Mereka tidak punya ikan untuk dijual. Karena tidak ada hasil tangkapan ikan," tutupnya.