Belajar Tentang KB dan Penanganan Stunting, DP3A Sulsel Kunjungi Kampung KB di Jogjakarta

Belajar Tentang KB dan Penanganan Stunting, DP3A Sulsel Kunjungi Kampung KB di Jogjakarta

Muh Nasruddin

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id - Rombongan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) melakukan studi banding di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kamis 25 sampai Sabtu 27 November 2021.

Rombongan yang berjumlah 33 peserta di pimpin langsung Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Andi Tenriola Rivai.

Kunjungan pertama dilakukan di kantor BKKBN Provinsi DI Yogyakarta, Jalan Kenari nomor 58 dan dikampung KB di Jalan Rejowinangun.

Andi Tenriola menjelaskan, pihaknya melakukan kunjungan ke tempat ini untuk mempelajari terkait Keluarga Berencana (KB) yang benar. Karena kampung KB di Jogja menjadi percontohan di Indonesia.

"Kunjungan kami ke DI Yogyakarta, selain silaturahmi, juga mempelajari tentang kampung KB di Yogyakarta yang menjadi percontohan KB dan pencegahan stunting di Indonesia,"

Ia menjelaskan, dari 33 peserta dari Sulsel yang ikut studi banding, terdiri dari 6 orang dari DP3A, selebih selebihnya dari lima lembaga dari Kota Makassar yaitu, peberdayaan perempuan dan anak, Pemberdayaan masyarakat, pemuda dan olahraga, serta remaja masjid.

"Kita berharap peserta yang datang ke Jogja menjadi kader-kader untuk nantinya bisa menerapkan tentang KB di masyarakat. Agar masyarakat tahu tentang membina keluarga balita, remaja agar tidak cepat kawin, menjaga reproduksinya dan lain-lain.

Karena kalau teori saja tanpa melihat di lapangan mungkin hanya membayang-bayang saja. Makanya kita ajak masyarakat agar tahu tentang KB," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN DIY, Shodiqin menambahkan, dengan adanya kampung KB itu, pihaknya mendapat dua penghargaan sekaligus. Yaitu penghargaan pendataan tercepat dan penghargaan pejabat pengelolah informasi dan dokumentasi.

Adapun jumlah kampung KB di daerah ini sebanyak 171 yang dianggarkan sebnayak Rp 28,6 miliar untuk lima kabupaten/kota di DIY.

"Nantinya akan diluncurkan 171 kampung KB se-DYI yang rencananya akan dilakukan oleh Hasto Wardoyo (Ketua BKKBN)," bebernya.

Selain berkunjung ke kantor BKKBN Provinsi DIY. Rombongan juga berkunjung ke Kampung KB Rejowinangun RW 08 dan Balai Desa Kampung KB Kroco Sendangsari.