Baru 13 Persen, Bappeda Makassar Minta Komitmen Dinas PU Percepat Serapan Anggaran

Baru 13 Persen, Bappeda Makassar Minta Komitmen Dinas PU Percepat Serapan Anggaran

K
Kamsah

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sementara itu, Kepala Bidang Bina maneTeknik Dinas PU Makassar, Irma Yanti Ishak memaparkan kendala-kendala yang dihadapi Dinas PU dalam penyerapan anggaran dan program-program 2022.

Salah satu proyek yang tidak berjalan ialah Bundaran BTP di Jl Perintis. Bundaran BTP masih dalam asistensi amdalalin oleh Balai Besar Pengelolaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah Sulawesi Selatan.

Kemudiaan rehabilitasi tower Balai Kota juga tidak berjalan. Disamping itu, banyak proyek yang berproses di Unit Layanan Pengadaan (ULP) yang membutuhkan waktu cukup lama.

Sehingga Dinas PU tidak mau mengambil risiko untuk melanjutkan proyek-proyek tersebut jika tendernya selesai jelang akhir tahun.

"Kebanyakan berproses di ULP itu memakan waktu tidak sebentar, saat tender selesai waktu yang tersisa sangat sedikit sehingga kami tidak ingin ambil risiko," katanya.

Rendahnya serapan anggaran juga dipengaruhi karena tidak adanya uang muka yang diberikan kepada kontraktor pemenang tender. Pembayaran baru dilakukan usai pengerjaan rampung.

"Kami tidak beri uang muka, tidak ada termin, takutnya dibawa lari (sama kontrkator), jadi selesai baru dibayarkan. Makanya keuangan kami agak telat," jelasnya.

Ia berani berkomitmen bisa mencapai realiasi anggaran sebesar 68,5 persen hingga akhir tahun 2022.

"Kami menarget 68,5 persen hingga akhir tahun, karena pekerjaan fisik hasil kurvanya naik di akhir tahun," katanya.