Bareskrim Polri Periksa Kekasih Brigadir J Dua Kali di Polda Jambi

Bareskrim Polri Periksa Kekasih Brigadir J Dua Kali di Polda Jambi

Neshia June

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Kekasih Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J, Vera Simanjuntak diperiksa Bareskrim Polri dua kali di Polda Jambi.

Penyidik Bareskrim Polri diketahui memeriksa kekasih Brigadir J pada hari ini Minggu 24 Juli 2022.

Melansir detiknews pada Minggu 24 Juli 2022, hal tersebut telah dikonfirmasi oleh salah satu kuasa hukum Vera Simanjuntak, Ramos Hutabarat.

"Iya lagi diperiksa," kata Ramos Hutabarat, salah satu penasehat hukum mendampingi Vera di Polda Jambi, Minggu 24 Juli 2022.

Pemeriksaan dilakukan hingga sebanyak dua kali karena ada yang perlu didalami, kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo. Akan tetapi, ia enggan membeberkan lebih jauh terkait teknis pemeriksaan tersebut.

"Karena ada hal-hal yang harus didalami penyidik," kata Dedi saat dikonfirmasi.

Dedi menambahkan bahwa pemeriksaan terhadap kekasih Brigadir J dilakukan untuk memenuhi laporan dari pihak penasihat hukum keluarga Brigadir J.

Dedi tidak merinci pemeriksaan itu terkait apa saja, namun yang jelas menurutnya semua itu terkait dengan insiden tewasnya Brigadir J menjadi materi pemeriksaan.

"Ya itu teknis penyidikan untuk mendengarkan keterangan para saksi terkait laporan dari penasehat hukum keluarga Brigadir J. Semua hal terkait peristiwa Brigadir J sesuai laporan penasehat hukum keluarga," tandasnya.

Sementara itu, kuasa hukum Brigadir J sebelumnya sempat menyebutkan bahwa Brigadir J pernah diancam dibunuh. Dan ancaman pembunuhan itu diceritakan Brigadir J kepada salah satu orang terdekatnya, tetapi bukan keluarga Brigadir J.

"Ada yang perlu diinformasikan kepada masyarakat adalah. Kami sudah menemukan jejak digital dugaan pembunuhan berencana, artinya sudah ada rekaman elektroniknya," ujar Kuasa Hukum keluarga Brigadir J Kamarudin Simajuntak pada saat dampingi keluarga saat pemeriksaan di Polda Jambi, pada Sabtu 23 Juli 2022.

"Dimana almarhum sangking takutnya dibulan Juni 2022 dia sampai menagis, ancaman pembunuhan itu berlanjut terus sebanyak 2 kali sampai dia tewas," ujarnya lagi.