Terkini.id, Jakarta- Diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membuat konten 'Dari Pendopo' pada lama akun YouTube pribadi miliknya.
Dia menuturkan bahwa konten tersebut ditujukan untuk menceritakan program Pemprov DKI yang telah dikerjakan.
Dia menegaskan, konten tersebut berkaitan dengan kebijakan dan aturan di Jakarta. Dia juga menyebut bahwa banyak kebijakan Pemprov DKI yang informasinya perlu dilengkapi. Salah satu cara adalah menginformasikan melalui konten #DariPendopo di channel YouTube Anies Baswedan.
"Jadi dari pendopo itu adalah cerita tentang kebijakan-kebijakan yang kita susun, prosesnya, latar belakangnya, tujuan, aspek-aspeknya. Sehingga ini menjadi informasi yang lengkap," ungkap Anies.
"Nah, banyak kebijakan-kebijakan yang sudah kita lakukan, kemudian informasinya harus dilengkapi karena itulah melalui chanel ini saya akan ceritakan banyak sekali kebijakan-kebijakan dibuat itu berdasarkan pengalaman secara tertulis," tambahnya.
Lebih lanjut, Anies menuturkan apa yang disampaikan dalam konten tersebut merupakan hasil interaksi dan pengalaman, serta program dan kebijakan yang dibuat Pemprov DKI.
Mulai dari penanganan COVID-19 hingga bantuan sosial. Dia mengatakan, semua informasi terkait hal tersebut tidak bisa diceritakan baik melalui doorstop maupun konferensi pers kepada wartawan, dikutip dari detik.com.
Melansir dari detik.com, pada Senin, 13 Desember 2021, terkait hal tersebut, Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono menyampaikan pendapat serta kritikannya terhadap Anies Baswedan.
"Dia mau branding dirinya melalui YouTube yang dikeluarkan oleh Pak Anies sendiri. Itu kan (konten dibuat) tim pribadi yang dibentuk oleh Pak Anies dalam rangka untuk membranding posisi Pak Anies sebagai Gubernur Jakarta. Menyampaikan pada rakyat bahwa kan gitu, bahwa kebijakan Pemprov DKI begini, begini, itu yang disampaikan pada publik Jakarta khususnya kan begitu," ungkap Gembong.
Dia menilai bahwa ada tujuan terselubung yang ingin disampaikan Anies Baswedan melalui konten YouTube tersebut.
"Sekarang kan tinggal tujuannya, jadi ada tujuan terselubung yang ingin disampaikan pak Anies. Terselubungnya tuh apa, terselubungnya membranding dirinya. Karena kan beliau punya cita-cita, ya boleh saja orang punya cita-cita," tuturnya.
"Ya mungkin waktu tinggal satu tahun ini kan juga akan dimaksimalkan untuk membranding dirinya. Kan gitu, waktu tinggal satu tahun kurang kan. Waktu satu tahun kurang itu akan dimaksimalkan," tambahnya.
Gembong mengatakan bahwa Anies selaku Gubernur DKI, sudah memiliki perangkat sendiri untuk menyampaikan informasi dan kebijakan Provinsi. Perangkat yang dimaksud adalah Dinas Kominfotik.
"Padahal Pak Anies kan punya perangkat. Perangkatnya apa, salah satunya adalah Dinas Kominfotik, lalu mensosialisasikan, menyiarkan program-program pemerintah daerah, kebijakan pemerintah daerah, kepada publik Jakarta gitu," ungkapnya.
Gembong menilai bahwa seharusnya Anies fokus pada kinerja, bukan membuat konten di YouTube. Dia menganggap bahwa hal tersebut dapat membuat kinerja Anies menjadi terganggu.
"Kalau soal ganggu, sudah pasti energi dia akan terkuras juga untuk menyiapkan konten-konten. Sudah pasti kalau soal terganggu, sehingga kinerjanya akan terganggu secara otomatis ketertinggalan Pak Anies semakin jauh untuk mengejar ketertinggalan RPJMD. Harusnya itu yang dikejar Pak Anies, bukan ngevlog gitu. Kalau kita sebagai masyarakat Jakarta ya mintanya seperti itu, waktu sisa satu tahun ini Pak Anies fokus bekerja," tambahnya, dikutip dari detik.com.










