Anak Pegawai Pabrik Jadi Orang Terkaya hingga Kalahkan Jack Ma

Anak Pegawai Pabrik Jadi Orang Terkaya hingga Kalahkan Jack Ma

HZ
Hasbi Zainuddin

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Ketiga perusahaan itu menerimanya jadi karyawan, tapi Huang menolak semuanya dan memilih melamar ke Google yang waktu itu belum setenar sekarang. Huang masuk ke Google pada tahun 2004, di saat yang sama Google menjual saham perdana.

"Microsoft sudah sangat kokoh. Waktu itu jika Anda ingin green card, mungkin di sanalah tempat terbaik," katanya. Tapi ia lebih memilih ke Google untuk membantu membesarkannya.

Sekitar 3 tahun bekerja di Google, mesin pencari ini kemudian meraksasa. Huang pun mendapatkan kompensasi uang tidak sedikit dan memutuskan resign pada tahun 2007, lalu kembali ke tanah kelahirannya.

Huang mendirikan dua perusahaan e-commerce di China, lalu sebuah studio game bernama Xumeng. Game yang mereka buat memicu kontroversi karena banyak menampilkan karakter wanita berpakaian minim.

Sukses lewat Pinduoduo

Pada 2015, Huang memulai Pinduoduo, saat pasar e-commerce China sudah didominasi oleh Alibaba dan JD. Tapi Pinduodo punya jurus berbeda untuk menarik perhatian.

Misalnya, pembeli hanya mendapat harga diskon jika bisa menarik seseorang membeli barang yang sama.

Dengan demikian, hal itu menjadi promosi gratis karena pembeli yang ingin diskon mengajak temannya atau bahkan orang asing untuk ikut membeli. Selain itu, pasar terbesar Pinduoduo ternyata adalah di perkotaan kecil China yang potensinya tinggi.

"Pasar online di kota top tier sudah dikuasai pemain besar, sedangkan di perkotaan kecil masih punya potensi besar," cetus Neil Wang, analis di Frost and Sullivan.

Pinduoduo juga punya berbagai jurus lain untuk memikat user. Misalnya pengakses dapat memainkan game dan mendapatkan hadiah jika mereka beruntung.

Begitulah, Pinduoduo makin meraksasa. Penggunanya mencapai 600 juta, hanya kalah dari Alibaba. Pada 2019, per hari mereka rata-rata mendapatkan 54 juta pesanan paket.