Ali juga mengatakan wajar saja jika Jokowi mengatakan hal yang dianggap sebagai restu untuk Prabowo maju sebagai capres 2024, lantaran hal itu bisa berupa reward seorang pemimpin kepada bawahannya.
"Dia bekas rivalnya. Tapi hari ini, beliau sebagai menteri pertahanan, anak buah. Pimpinan yang paling hebat itu adalah pimpinan yang bisa memberikan reward and punishment kepada orang yang dia pimpin. Kalau ternyata dia memberikan kontribusi yang hebat, kenapa kita tidak memberikan reward," ucapnya.
Namun, hal itu ditepis Arief yang katanya, Airlangga Harto juga anak buahnya Jokowi bahkan di level Menko, tetapi tak mendapat ucapan restu untuk maju menjadi capres 2024.
"Kalau di Golkar begini. Presiden mau menegaskan dan menyampaikan kepada Golkar bahwa begini, bahwa semua orang di Republik ini tahu, bahwa di pakai Golkar telah membuat Monas dan menetapkan ketua umum. Boleh dong, gua bilang ketua umum kami Airlangga Hartato sebagai calon presiden, dan beliau memberikan motivasi besar bagi Partai Golkar," katanya.
"Artinya dalam suasana yang berbeda gaya komunikasi yang dipakai oleh presiden udah lebih kurang 6 tahun, kita berkomunikasi sehari-hari dengan presiden jadi saya tahu dalam situasi bagaimana presiden bicara dalam situasi," sambungnya.
Di samping itu, Analis Politik, Hendri Satrio yang juga turut hadir dalam acara itu memberikan tanggapannya. Dia menilai seharusnya Jokowi tidak mengeluarkan statement seperti itu lantaran dirinya sebagai presiden.










