Akun Microsoft Diserang Kata-kata Kasar, Netizen: Survei Warga RI Tidak Sopan Terbukti Benar

Akun Microsoft Diserang Kata-kata Kasar, Netizen: Survei Warga RI Tidak Sopan Terbukti Benar

HZ
Hasbi Zainuddin

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Microsoft baru baru ini merilis sebuah riset yang menunjukkan netizen Indonesia yang paling tidak sopan.

Riset itu membuat Microsoft akhirnya menjadi bulan bulanan netizen Indonesia. Akun instagram microsoft kemudian diserang komentar kasar sejumlah netizen Indonesia.

Aksi serangan yang dilakukan para netizen Indonesia itu boleh jadi membuat mereka bangga. Apalagi, microsoft terpaksa menutup kolom komentarnya karena diduga akibat diserang netizen Indonesia.

Namun, aksi serangan itu juga miris. Karena justru netizen Indonesia telah membuktikan mereka 'memang' tidak sopan.

"Microsoft mengeluarkan laporan 2020 Civility Index yang menyebutkan bahwa netizen Indonesia paling tidak sopan se-Asia Tenggara.

Beberapa saat setelah diangkat oleh beberapa media mainstream lokal, netizen Indonesia berbondong-bondong menyerang akun official Instagram Microsoft dan pada akhirnya Microsoft memilih untuk menutup akses komentar pada akun mereka," tulis akun Megamin di facebook.

"Terbukti benar (netizen Indonesia tidak sopan)," tulis Rifki Subagja.

Akun Microsoft Diserang Kata-kata Kasar, Netizen: Survei Warga RI Tidak Sopan Terbukti Benar
Akun Microsoft Diserang Kata-kata Kasar, Netizen: Survei Warga RI Tidak Sopan Terbukti Benar

Seperti diketahui sebuah riset Microsoft dirilis. Riset tersebut mengukur tingkat kesopanan pengguna internet sepanjang 2020. Hasilnya, Indonesia berada di urutan ke-29 dari 32 negara untuk tingkat kesopanan netizen se-Asia Tenggara.

Pada Kamis (25/2) malam akun Instagram Microsoft dibanjiri komentar hingga lebih dari 2.000 komentar dari netizen yang tak terima dengan hasil survey tersebut. Namun, pada Jumat (26/2) pagi kolom komentar akun itu dimatikan.

Ramainya hasil survei dunia maya oleh Microsoft, mengundang berbagai reaksi netizen yang menilai positif hingga negatif. Salah satunya @celanacargo.

"Enggak terima hasil survei Microsoft yang katakan netizen Indonesia paling tidak sopan di sosial media, akun IG microsoft pun diserang hingga fitur comment dinonaktifkan. Antara miris, namun lucu," cuitnya Jumat (26/2).

Disamping itu ada pula netizen yang menyatakan bahwa di Indonesia memiliki pedoman Pancasila ke-3, yaitu Persatuan Indonesia. hal ini membuat sebagian warganet Indonesia bersatu untuk membanjiri komentar di beberapa postingan Microsoft.

"Microsoft engga tau kalau Indonesia punya sila ke 3 PERSATUAN INDONESIA. Soal serang menyerang pasti netizen +62 akan bersatu," ujar @Tatisekowati1

Lebih lanjut akun @chrominyo menilai tidak peduli dengan adanya survey yang dilakukan kepada warga +62. Menurutnya Microsoft dinilai lemah karena menyebut warganet Indonesia paling tidak sopan se- Asia Tenggara.

Sementara netizen lain mengingatkan bahwa warganet di Indonesia perlu memperbaiki diri.

"Microsoft emang betul sihh,, kurang emangggg, mulai belajar berbenah akhlak dulu dahhh," cuit @lidyaapanjaitan.

Akun @tubirfess menilai, perilaku netizen Indonesia di akun Instagram Microsoft secara tidak langsung membenarkan survey yang dilakukan perusahaan teknologi AS itu.

"Secara tidak lgsg, netizen indo membenarkan survey nya microsoft wkwkwk," tulisnya.

Netizen lain meminta maaf atas perilaku netizen Indonesia.

"Kepada Microsoft, atas nama warga Indonesia, saya mohon maaf atas komentar kebencian di media sosial Anda," cuit @mellamoesella.

Survey berjudul 'Digital Civility Index (DCI)' itu diikuti oleh 16.000 responden di 32 negara. Microsoft menyampaikan ada 503 responden remaja dan dewasa yang terlibat dalam survei tersebut. Penelitian dilakukan mulai April dan Mei 2020

Sistem penilaian laporan tersebut berkisar dari skala nol hingga 100. Semakin tinggi skor maka semakin rendah kesopanan daring di negara tersebut.

Hasilnya, skor kesopanan daring di Indonesia sendiri naik delapan poin, dari 67 pada tahun 2019 menjadi 76 pada tahun 2020.

Laporan DCI menyatakan Singapura kembali menjadi negara teladan di Asia Tenggara. Negara itu menempati urutan keempat secara global dan pertama di Asia Tenggara untuk tingkat kesopanan daringnya.