"Ada juga terobosan dari Kadis Pendidikan, siswa siswa nanti kita larang menggunakan kendaraan pribadi. Harus menggunakan transportasi publik," terang dia lagi.
Pemerintah juga telah mewajibkan perusahaan perushaan transportasi agar ada armadanya yang berbahan bakar listrik. "Yang penting ada dulu, misalnya perusahaan taksi di bandara sudah ada yang pakai listrik," terang dia.
Menariknya, BRT di Semarang menurut dia sudah menggunakan konverter gas, sehingga menggunakan bahan bakar gas. Pihaknya telah bekerja sama dengan Pertamina untuk ketersediaan bahan bakar tersebut, dan bisa menekan emisi gas rumah kaca.










