Hal ini karena, menurut dia, masyarakat di Makassar masih lebih suka menggunakan kendaraan pribadi seperti motor untuk jarak dekat, padahal bisa ditempuh dengan jalan kaki atau sepeda.
"Transportasi publik di Makassar juga berkembang baik. Di sini ada Trans Mamminasata, dan transportasi lain yang didukung oleh aplikasi," terang dia.
Untuk diketahui, di Makassar juga ada Transportasi Publik bernama Teman Bus yang sudah cukup bagus. Tarifnya cuma Rp4.600, dan sudah terintegrasi dengan Kereta Api antar daerah yang baru beroperasi dalam beberapa bulan terakhir.
Influencer dari Medan, Muhammad Reza, mengungkapkan, anak muda masih cenderung lebih suka menggunakan transportasi pribadi dibanding transportasi publik.
Seberapa besar keinginan anak muda menggunakan transportasi publik? Menurut Reza, mungkin cuma sekitar 20 persen.
"Mungkin menurut saya 20 persenan, karena untuk menggunakan transportasi publik, mungkin perlu menggunakan transportasi umum dulu (ojek online) ke sana (halte, stasiun dst). Mungkin perlu diperbanyak spot spot untuk transportasi umum ini, untuk meminimalisir orang orang yang mageran," ungkap Muhammad yang sudah tinggal di Jakarta.
Salah satu kota yang sudah cukup baik menjalankan transportasi publik adalah Semarang.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang (Dishub), Danang Kurniawan menjelaskan, pihaknya sudah menjalankan angkutan massal BRT dengan 12 koridor.
"Ada 271 armada dan disubsidi pemerintah. Program ini sudah mendapat penghargaan pemerintah pusat. Kita harap bisa menekan angka penggunaan mobil pribadi," terang Danang.
Untuk memicu penggunaan transportasi publik, pihaknya memberi harga khusus cuma Rp1.500 untuk pelajar, mahasiswa, lansia hingga veteran.










