Aksesibilitas Transportasi Publik Masih Perlu Didorong di Kota-kota Besar

Aksesibilitas Transportasi Publik Masih Perlu Didorong di Kota-kota Besar

HZ
Hasbi Zainuddin

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Makassar - Aksesibilitas transportasi publik di kota-kota besar seharusnya bisa dimaksimalkan demi mengurangi polusi udara. Di sejumlah kota, masyarakat masih lebih suka menggunakan kendaraan pribadi dan kendaraan umum online.

Hal ini terungkap dalam Dialog Publik 'Sinergitas Sinergitas Sektor Transportasi dan Sektor Energi untuk Mewujudkan Kualitas Udara Bersih di Kota Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Bali, Medan, dan Makassar yang digelar Kantor Berita Radio (KBR) bersama YLKI yang digelar secara daring, Jumat 24 November 2023.

Polusi udara yang banyak dipicu oleh emisi kendaraan bermotor dinilai menjadi salah satu pemicu tingginya ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Atas) hingga efek tidak lansung seperti stunting.

Di Bali, misalnya, daerah ini mengalami pertumbuhan wisatawan hingga hampir 150 persen setelah pandemi covid-19. Di daerah ini, wisatawan paling banyak menggunakan sepeda motor.

Kepala Bidang Keterpaduan Moda Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Bali I Kadek Mudarta menyebut, jumlah pengguna kendaraan listrik di Bali hingga Kuartal 3 2023, sudah mencapai 4047 unit. Sebanyak 3.500 di antaranya adalah motor listrik.

Namun angka itu rasionya masih jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan kendaraan bahan bakar minyak atau BBM.

"Rasionya masih sekitar 0,1 persen. Masih sangat kecil. Sementara kami masih terus berjuang untuk menyosialisasikan transportasi publik ke masyarakat," terang Mudarta dalam diskusi yang dipandu oleh Maulana Isnarto.

Kata dia, transportasi publik di Bali juga masih kecil. Pihaknya punya 10 unit armada bus transortasi publik dan 105 unit program pusat, dan belum terintegrasi.

"Kita akui transportasi publik masih kecil, bahkan orang orang yang datang masih ada yang bertanya apakah ada transportasi publik? Kita masih sering mendengar pertanyaan seperti itu," terang Mudarta.

Influencer dari Makasar, Fitriany menilai masyarakat masih perlu diberi kebiasaan untuk menggunakan transportasi publik.