Terkini.id, Jakarta – Zainal Arifin Mochtar seorang Akademisi Universitas Gadjah Mada (UGM) mengungkapkan suatu pernyataan terkait periode kedua kepemimpinan Presiden Joko Widodo atau Jokowi.
Sebab seperti kita ketahui bahwa, belum setengah perjalanan Presiden Jokowi memimpin Indonesia di periode kedua ini, dirinya telah menuai banyak kritikan.
Menurut Zainal Kebijakan hingga pernyataan yang kerap berubah-ubah dari presiden merupakan penyebab utama Jokowi yang mendapatkan kritikan tajam.
Zainal bahkan menyinggung soal kutukan di periode kedua seorang presiden. Sebagai contoh, Zainal mengambil kasus dua periode di Amerika Serikat (AS).
“Di pemerintahan Amerika hampir semua presiden di second period mengalami kegagalan, hampir semua, 94-95 persen kalau saya tidak salah,” kata Zainal.
Bahkan, dijelaskannya bahwa Barack Obama juga mengalami kutukan di periode keduanya saat memimpin AS. Dikutip dari Pikiranrakyat. Rabu, 3 November 2021.
Zainal yang merupakan Ahli Hukum Tata Negara itu mengatakan ada permasalahan yang biasanya terjadi dalam kepemimpinan presiden di periode keduanya.
“Biasanya ada kejadian khusus dan itu dianggap sebagai curse-nya terhadap second period itu," pungkasnya.
Lanjut “Tapi yang kedua adalah terfragmentasinya dukungan politik dan itu sebenarnya terbahasakan dari berbagai baliho itu,” katanya.
Seperti diketahui, akhir-akhir ini marak muncul baliho yang memperlihatkan wajah Puan Maharani hingga Muhaimin Iskandar untuk kepentingan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
Zainal lantas menilai bahwa munculnya baliho merupakan hal wajar, apalagi di periode kedua ini, pemerintahan mulai terpecah.
Ia juga menyebutkan ada dua langkah yang bisa diambil Jokowi dalam masa pemerintahannya ini.
“Ada dua kesempatan yang bisa dia lakukan, adalah (pertama) menikahi publik supaya menjaga stabilitas pemerintahannya atau (kedua) menikahi sistem pemerintahannya atau pemerintahan secara vertikal,” ujarnya.
Lebih lanjut “Harusnya yang dia kuatkan itu relasinya dengan pemerintahan daerah," sambungnya.
Selain itu, menurut Zainal, Jokowi malah tidak melakukan dua langkah tersebut.
Di akhir pernyataannya, Zainal menilai, Jokowi sudah terlambat menyadari bahwa dirinya sudah terkena kutukan periode kedua.
“Jokowi kelihatannya terlambat menyadari ketika second period ini dia sudah masuk ruang, saya ingin mengatakan perangkap periode kedua, dan kutukan periode kedua sudah kena ke dia,” Tutupnya.










