Pada aspek emisi, oli yang tidak sesuai spesifikasi berpotensi masuk ke ruang bakar maupun sistem pembuangan sehingga dapat merusak catalytic converter dan sensor oksigen.
Dampaknya, emisi gas buang kendaraan menjadi lebih tinggi dan berisiko gagal dalam uji emisi.
Dalam edukasinya, AHM turut menjelaskan standar sertifikasi oli berdasarkan Japanese Automotive Standards Organization (JASO).
Untuk sepeda motor dengan sistem kopling basah seperti motor bebek dan sport, digunakan oli standar JASO MA seperti MPX1 dan SPX1.
Sementara motor matik dengan sistem kopling kering menggunakan oli standar JASO MB seperti MPX2 dan SPX2.
“Untuk mengetahui spesifikasi oli mesin yang tepat dan sesuai dengan sepeda motor Honda, dapat dibaca pada Buku Pedoman Pemilik dan Garansi,” tulis AHM.
AHM mengimbau pengguna sepeda motor untuk rutin mengganti oli sesuai jadwal servis berkala dan menggunakan produk yang direkomendasikan pabrikan agar performa mesin tetap optimal dan usia kendaraan lebih panjang.










