Klaim Tak Ada Kekerasan! YLBHI Tantang Mahfud MD Datang Langsung ke Desa Wadas

Klaim Tak Ada Kekerasan! YLBHI Tantang Mahfud MD Datang Langsung ke Desa Wadas

Muhsin Hidayat

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Muhammad Isnur menantang Menkopolhukam Mahfud MD untuk datang langsung ke Desa Wadas menyaksikan langsung keluhan warga .

"Pak Mahfud harusnya tidak mendengar sebelah pihak, tidak asal bapak senang, tapi datang lah ke masyarakat, datang lah ke Wadas," ucapnya Rabu 9 Februari 2022.

Isnur menyebut klaim Mahfud yang menyebut tidak ada kekerasan di Wadas sangat tidak sesuai dengan fakta-fakta lapangan.

Ia menambahkan video-video yang beredar pun di media sosial cukup banyak yang memperlihatkan aparat menangkap masyarakat dengan cara-cara kekerasan.

"Cerita Pak Mahfud ini jelas tidak berdasar dan berbeda dengan fakta-fakta yang ada di lapangan dan kami lihat, LBH Jogja lihat di lapangan," ujar Isnur dilansir dari CNN Indonesia.

Sementara itu, Mahfud MD membantah segala bentuk pemberitaan dengan narasi suasana mencekam di desa Wadas. Saat pihak kepolisian mengawal tim pengukur lahan tambang batuan andesit untuk pembangunan Bendungan Bener.

"Semua informasi dan pemberitaan yang menggambarkan seakan-akan terjadi suasana mencekam di Desa Wadas kemarin itu sama sekali tidak terjadi sebagaimana yang digambarkan terutama di media sosial," ujar Mahfud pada konferensi pers.

Menkopolhukam juga menyebut tidak ada kekerasan terhadap warga pada Selasa 8 Februari 2022 kemarin. Yang ada hanyalah gesekan antara warga yang pro dan menolak aktivitas tambang.

Diberitakan sebelumnya, aparat bersenjata lengkap dikerahkan untuk mengawal tim pengukuran lahan untuk proyek Bendungan Bener, Purworejo, Jawa Tengah

Bukan hanya itu, setidaknya 67 warga ditangkap karena dinilai telah melakukan provokasi.

Namun informasi yang beredar polisi telah membebaskan para warga yang ditangkap kemarin.