Terkini.id, Makassar - Plt Kepala Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Makassar Hasanuddin mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai kebakaran selama Ramadan.
Pada umumnya, kebakaran yang terjadi setiap bulan Ramadan berasal dari kompor yang meledak.
"Kalau di Ramadan itu yah kompor, kadang kan dia lupa, nah ibu-ibu utamanya, tapi selama Ramadan ini belum ada laporan," kata Hasanuddin, Jumat, 23 April 2021.
Sepanjang 2021, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Makassar mencatat 40 kasus. Kasus tersebut didominasi masalah kelistrikan rumah hunian.
Dari 40 kasus kebakaran sepanjang Januari hingga April ini total kerugian sudah mencapai Rp8,825 milliar.
"Ada sebanyak 56 KK dan 153 jiwa yang terdampak, dan api berhasil melahap sekitar 6.379 m² atau 0,368 hektar areal," ungkapnya.
Sebab itu, Hasanuddin mengatakan pentingnya kewaspadaan bersama pada kasus kebakaran akibat kelistrikan yang bermasalah.
"Sebanyak 65 persen masalah listrik yang terjadi dari kasus kebakaran yang ada. Sementara 71 persen objek didominasi oleh rumah," kata dia.
Ia juga meminta masyarakat lebih memperhatikan instalasi kelistrikan rumah masing-masing, utamanya kabel-kabel listrik rumah yang tersembunyi.
"Seperti kabel yang menjalar di atas plavon rumah. Kabel-kabel tersebut minim terpantau, sehingga ketika terjadi atus pendek dan api menyulut akan sulit terlihat," sebutnya.
Saat ini, kasus kebakaran didominasi akibat arus pendek. Sebab itu, kabel tua perlu diperhatikan kelayakannya.
Masyarakat pada umumnya tetap menggunakan kabel yang sudah berpuluh tahun tanpa diganti. Padahal, idealnya kabel tersebut harus diganti secara berkala berkala tiap 2 dasawarsa.
"Penggunaan listriknya yang memakai kabel yang sudah umur 20 tahun lebih itu sudah harus diganti," pungkasnya.










