Terkini.id, Jakarta - Puput Nivala atau yang akrab disapa Chimy, salah seorang perempuan Indonesia, yang sudah 8 tahun menetap di Finlandia. Diakui Chimy, ia sangat betah tinggal di negara paling bahagia di dunia itu. Di sana, Chimy bercerita, masyarakat Finlandia yang tidak bekerja akan tetap digaji bulanan sekitar Rp10 - Rp15 juta per bulan.
Meski begitu, pengangguran tetap harus berusaha untuk mencari pekerjaan.
"Mereka tetap harus aktif melamar kerja atau mengikuti semacam training dari pemerintah. Uang segitu mungkin terdengar besar, namun sebenarnya sangat pas-pasan. Makanya orang Finlandia justru malu kalau mereka mengajukan tunjangan pengangguran," ungkap Chimy.
Tujuan pemerintah memberikan tunjangan pengangguran adalah agar mereka yang belum bekerja bisa tetap memenuhi kebutuhan hidup sambil mengasah keterampilan kerja. Para pengangguran dilatih sedemikian rupa agar siap bekerja suatu hari nanti.
"Seperti kemarin aku ikut kursus dari pemerintah, lalu aku bisa bekerja. Gaji yang beneran jauh lebih banyak daripada tunjangan pengangguran," ujarnya, dilansir dari haibunda.com, Selasa 12 Oktober 2021.
Berbagai hal yang bisa dinikmati oleh masyarakat Finlandia secara gratis tidak datang tanpa alasan. Pemerintah Finlandia dikenal sebagai salah satu yang paling jujur di dunia. Chimy mengatakan bahwa angka korupsi di negara tersebut sangat kecil.
"Di sini angka korupsinya juga kecil. Meskipun sebesar apapun pajaknya, akan dikembalikan lagi ke masyarakat. Jadi kalau untuk tunjangan seperti ini, masyarakatnya ikhlas. Kita percaya bahwa pajaknya digunakan dengan benar," tutur Chimy.
Selain pemerintah yang jujur, masyarakat Finlandia juga punya karakter yang bikin siapa saja betah tinggal di sana.










