Terkini, Baubau — Pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melakukan verifikasi lapangan di Kota Baubau sebagai bagian dari tahapan penilaian kinerja pemerintah daerah dalam menekan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT).
Tahapan ini menjadi krusial setelah Baubau berhasil masuk dalam 70 besar pemerintah daerah terbaik secara nasional, sekaligus terpilih sebagai nominasi unggulan tingkat regional Sulawesi untuk kategori kota.
Analis SDMA Ahli Pertama Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri Kemendagri, Raheldin Rosrith Fraidy Aiyal, menegaskan bahwa proses verifikasi bertujuan memastikan kesesuaian antara paparan program dengan kondisi faktual di lapangan.
“Kami melakukan pengecekan dokumen dan data pendukung. Apa yang telah dipaparkan sebelumnya harus sesuai dengan kondisi riil di lapangan,” ujarnya saat melakukan verifikasi di Baubau.
Ia menjelaskan, tim penilai melibatkan unsur kementerian/lembaga, akademisi, praktisi, hingga Badan Pusat Statistik serta Inspektorat Jenderal Kemendagri. Penilaian tersebut dipimpin oleh Indra Aditya sebagai ketua tim.
Untuk wilayah Sulawesi, terdapat tiga daerah yang masuk dalam proses penilaian, yakni Provinsi Sulawesi Tengah, Kabupaten Kolaka, dan Kota Baubau.
“Dari hasil sementara, penurunan angka pengangguran di Baubau cukup signifikan. Inovasi yang dilakukan juga beragam, termasuk kemudahan pelaporan pencari kerja hingga percepatan penerbitan kartu pencari kerja,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Baubau, Siti Amalia Abibu, menyebut indikator utama penilaian adalah tren penurunan TPT yang konsisten dalam beberapa tahun terakhir.
“Sejak 2022, angka pengangguran turun dari sekitar 8 persen menjadi 6 persen. Penurunan ini juga berkorelasi dengan menurunnya angka kemiskinan,” jelasnya.
Ia menambahkan, capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas sektor melalui berbagai program strategis, seperti pelatihan tenaga kerja, pemberdayaan UMKM, bantuan sektor perikanan, kerja sama penempatan tenaga kerja dengan dunia usaha, hingga inovasi layanan konseling karier tenaga kerja (Lakorete).
Pemerintah Kota Baubau juga mengalokasikan sekitar 1,7 persen dari APBD untuk mendukung program penyerapan tenaga kerja.
Dalam kompetisi regional Sulawesi, Baubau bersaing dengan sejumlah kota besar seperti Kota Makassar, Kota Kendari, Bitung, dan Palopo, dan berhasil keluar sebagai yang terbaik di tingkat regional.
Selain itu, Pemkot Baubau juga tengah mendorong penguatan program pekerja migran Indonesia sebagai strategi memperluas peluang kerja, termasuk rencana pembentukan pos pelayanan pekerja migran yang didukung infrastruktur daerah.
Verifikasi lapangan yang berlangsung pada 6 hingga 8 April 2026 ini akan menjadi dasar penetapan daerah dengan kinerja terbaik secara nasional, sekaligus memperkuat arah kebijakan berbasis data dalam menekan pengangguran secara berkelanjutan.










