Ia juga menyoroti pentingnya ruang kolaboratif seperti Kampus Lingkar sebagai tempat bertemunya pelaku seni, kreator, dan komunitas untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman.
Ke depan, Kampus Lingkar diharapkan dapat menjadi pusat kolaborasi lintas sektor, dengan menghadirkan berbagai program seperti workshop, kelas kreatif, hingga open call bagi publik.
Selain itu, melalui program Manajemen Talenta Nasional, pemerintah mendorong penguatan lima pilar utama, yakni seni rupa, musik, seni pertunjukan, film, dan sastra.
Kampus Lingkar dinilai berpotensi menjadi mitra strategis dalam pengembangan sektor tersebut di Indonesia Timur.
Dengan kehadiran Kampus Lingkar, diharapkan semakin banyak anak muda yang memiliki akses terhadap ruang kreatif, sehingga mampu menghasilkan karya yang berdampak pada penguatan ekonomi kreatif dan sektor pariwisata.
"Momentum ini sekaligus menegaskan posisi Makassar sebagai salah satu pusat pertumbuhan industri kreatif dan kebudayaan di Indonesia Timur," tandasnya.










