Terkini.id, Jakarta - Pengamat alias Direktur Komunikasi Lembaga Jakarta Research Center (JRC), Alfian P menduga bahwa kenaikan elektabilitas PDIP dan PSI buntut kritik kerasnya kepada Anies Baswedan.
Ya, PDIP dan PSI dikatakan kerap kali mengkritik kerja dari Anies Baswedan sehingga dianggap hal itulah yang menjadi batu loncat kedua parpol tersebut naik elektabilitasnya.
Perlu diketahui bahwa Elektabilitas PDI Perjuangan dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menduduki peringkat teratas di DKI Jakarta.
Alfian mengatakan PDI Perjuangan meraih elektabilitas sebesar 22,1 persen, sedangkan PSI mencapai 18,0 persen atau sebanyak 40 persen jika digabungkan.
"Dua parpol itu kerap mengkritisi kebijakan eksekutif di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta," kata Alfian dikutip dari Antara via Suara jaringan terkini.id pada Rabu, 22 Desember 2021.
Tak hanya itu, perwakilan kedua partai politik di DPRD DKI Jakarta itu memang dikenal lantang dan menentang terhadap kebijakan Anies Baswedan.
Contoh nyata seperti kebijakan penanganan banjir, pembuatan sumur resapan yang berdampak terhadap kerusakan ruas jalan, hingga penyusunan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI.
"Dua parpol tersebut yang paling gencar mengangkat persoalan yang menjadi polemik di tengah warga Jakarta," terang Alfian.
Dengan begitu, Alfian menganalisa bahwa kritikan kebijakan terhadap eksekutif DKI tersebut berdampak kepada peningkatan nilai elektoral PDI Perjuangan dan PSI di Ibu Kota hingga menjauhi pencapaian elektabilitas partai lain.










