Terkini.id, Jakarta - Baru-baru ini film animasi Nussa mendapat banyak kritikan dari berbagai pihak.
Banyak yang mengatakan bahwa pakaian yang ditayangkan dalam film tersebut tak mencerminkan budaya Indonesia.
Mendengar kritikan tersebut, Dewi Sandra yang juga sebagai pengisi suara film tersebut akhirnya angkat suara.
Dewi Sandra mengatakan bahwa tak semua yang seseorang lakukan pasti diterima baik oleh masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa setiap orang memiliki persepsinya masing-masing, dan tidak ada yang bisa memuaskan semua keinginan mereka.
"Ini yang harus dipahami, apa yang kita lakukan nggak semua disukai orang. Kita nggak bisa memuaskan kemauan seseorang, tapi kita bisa mengeluarkan karya terbaik," kata Dewi Sandra dikutip terkini.id dari suara.com, Minggu, 17 Oktober 2021.
Ia menegaskan bahwa tidak perlu bersedih atas perkataan orang lain, setidaknya pihaknya telah membuat sebuah karya.
"Kenapa bersedih? Kan sudah berkarya. Setidaknya kita sudah mencoba," ujar artis 41 tahun itu.
Dewi Sandra menganggap komentar tersebut sebagai bahan pembelajaran ke depan. "Kalau membangun, ambil. Jadi jangan dibuang," ucap dia.
Di tengah kritik soal baju Nussa, film animasi ini mampu mencetak kesuksesan saat penayangan film Nussa ludes di hari pertama.
Sebelumnya, film Nussa mendapat banyak kritikan dari warganet. "Apakah ini foto anak Indonesia? Bukan. Pakaian lelaki sangat khas Taliban. Anak Afganistan," cuit Eko di Twitter pada Juni 2021.
"Film Nussa Rara mau dipromosikan ke seluruh dunia. Agar dunia mengira, Indonesia adalah cabang khilafah. Atau bagian dari kekuasaan Taliban. Promosi yang merusak!" tuding Eko.
"Mas Angga Sasongko apa nggak paham ya, kalau film Nussa ini yang bidani Felix Siaw? Lihat aja bajunya si Nussa, emang anak muslim di Indonesia bajunya model gurun pasir gitu?" kicau Denny Siregar di Twitter.










