Terkini.id, Jakarta - Cuaca panas melanda sejumlah wilayah di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir.
Di Makassar, hari ini Senin 28 Oktober 2019, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahkan mencatat cuaca mencapai 24 hingga 36 derajat selsius.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG), suhu udara maksimum diperkirakan dapat mencapai lebih dari 39 derajat Celsius dan akan tetap berlanjut hingga akhir bulan Oktober.
Atas cuaca yang panas tersebut, sejumlah warga melakukan percobaan dengan mencoba menggoreng telur dengan memanfaatkan panas matahari.
Salah satunya ditunjukkan dalam video yang dibagikan oleh akun Rakyat +62 di facebook sejak kemarin.
Video viral tersebut menunjukkan seorang pengendara motor yang diperkirakan di daerah Jawa, cuma menggunakan teflon dan memanfaatkan panas matahari untuk menggereng telurnya.
Terlihat, saat telur diceplok ke dalam minyak panas, langsung terlihat mendidih. Setelah itu, si pria yang memakai helem itu menurunkan beberapa biji pete.
Bisa Dilakukan
https://www.facebook.com/makassarterkini/videos/734058673727018/
Dilansir dari kompascom, Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Agus Haryono menyampaikan bahwa memasak telur di bawah sinar matahari bisa saja dilakukan.
"Bisa saja dimasak dalam kondisi paparan sinar matahari yang memungkinkan timbulnya panas untuk memasak telur," terang Agus.
Bukan cuma itu, perihal proses penggorengan yang singkat, Agus menjelaskan bahwa panas paparan sinar matahari tidak akan sampai pada titik didih minyak.
Adapun titik didih air berada di angka 100 derajat Celsius. Sedangkan, titik didih minyak berada di angka 170-180 derajat Celsius.
"Oleh karena itu, panas oleh paparan sinar matahari tidak akan sampai suhu titik didih minyak," ujar Agus.
"Sehingga membutuhkan waktu yang relatif panjang untuk bisa membuat telur menjadi matang," kata dia.
Meski jarak suhu titik didih dengan suhu udara panas sangat jauh, namun peran sudut paparan sinar matahari juga berpengaruh dalam proses pemanasan fluida (minyak).
Agus mengungkapkan, tidak hanya suhu udara saja yang akan membuat media cair menjadi cepat panas, melainkan sudut paparan sinar matahari.
Dengan sudut sinar matahari yang tepat akan membuat media cair akan lebih cepat memanas.
Tak hanya itu, diketahui beberapa negara ada yang memanfaatkan sinar matahari untuk memanaskan fluida.
"Panas fluida kemudian digunakan untuk menghasilkan listrik," ujar Agus.
Dengan demikian, kurang pas jika panas matahari bisa langsung menggoreng telur dengan minyak dingin.