Vaksin Covaxin Asal India Diklaim Sangat Manjur, Benarkah?

Vaksin Covaxin Asal India Diklaim Sangat Manjur, Benarkah?

Dias

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id - Dari penelitian terbaru menyebutkan soal vaksin Covid-19 dari India, Covaxin yang sangat manjur. Bahkan, vaksin ini dikatakan tidak menimbulkan masalah keamanan.

Hal tersebut dinyatakan dalam penelitian terbaru yang dimuat di jurnal ilmiah Lancet, yang dikutip dari detikcom, Jumat, 11 November 2021. Vaksin Covaxin dikembangkan Bharat Biontech dan baru mendapat persetujuan darurat WHO pekan lalu, serta dapat izin digunakan di 17 negara.

"Covaxin sangat manjur terhadap penyakit Covid-19 bergejala yang dikonfirmasi laboratorium pada orang dewasa," kata laporan itu mengutip detikcom, Jumat, 11 November 2021.

"Suntikan itu juga ditoleransi dengan baik tanpa masalah keamanan yang diangkat dalam analisis sementara ini."

Vaksin ini disebut memiliki kemanjuran 78 persen setelah dua dosis diberikan selama sebulan. WHO sendiri sebelumnya menyebut, vaksin ini sangat cocok untuk negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah karena persyaratan penyimpanan yang mudah.

Berbeda dengan vaksin lain, seperti buatan Barat. Pasalnya, vaksin seperti Pfizer atau Moderna harus disimpan pada suhu yang sangat rendah, yang menimbulkan masalah logistik dan biaya.

"Peluncuran Covaxin dapat meningkatkan kapasitas produksi global yang terbatas, dan meningkatkan pasokan vaksin yang tidak mencukupi, yang secara tidak proporsional mempengaruhi negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah", kata peneliti China di luar studi ini, Li Jingxin Li dan Zhu Fengcai.

Mereka menyebutkan batasan tertentu untuk penelitian ini. Uji coba hanya dilakukan di India dan kurang memiliki unsur keragaman etnis.

Studi juga dilakukan antara November 2020 dan Januari 2021. Itu sebelum varian virus Delta yang lebih menular menyebar luas.
Namun terlepas dari tanggal uji coba, para peneliti yang terlibat dapat mengidentifikasi pasien mana yang terinfeksi varian Delta.

Untuk sub-kelompok ini penelitian menemukan bahwa Covaxin masih memberikan perlindungan terhadap Covid, tetapi sedikit kurang efektif.