Terkini.id, Jakarta – Baru-baru ini beberapa peristiwa sempat menghebohkan masyarakat Indonesia dan viral di sosial media.
Wakil Ketua Umum Komisi Dakwah MUI, Ustadz Fahmi Salim (UFS) melalui cuitannya di Twitter, menyebut terkait fenomena-fenomena yang sedang hangat diperbincangkan tersebut merupakan fenomena yang ambigu dan telah menjadi kearifan lokal di Indonesia.
“Coba lihat fenomena ini: 1) Lempar sesajen dari tepi jurang itu dilarang/dikecam. 2) Lempar Hadiah dari mobil itu diperbolehkan,” tulis UFS di akun Twitter-nya @Fahmisalim2, Senin 10 Januari 2022.
Ia juga menambahkan bahwa fenomena-fenomena tersebut perlu Tes Wawasan Ketauhidan (TWK).
“bila Allah nggak perlu dibela, kok sesajen buat makhluk malah dibela? Perlu juga TWK ‘Tes Wawasan Ketauhidan;,” timpalnya.
Diketahui sebelumnya, memasuki pekan kedua tahun 2022 ini, masyarakat Indonesia dibuat panas dengan beberapa fenomena yang mendadak viral di media sosial dan menuai kontroversi.
Dawali dengan kasus cuitan politikus Demokrat Ferdinand Hutahaean ‘Allah mu ternyata lemah’ yang diduga merupakan ujaran kebencian mengandung unsur suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).
Kasus cuitan ‘Allah mu ternyata lemah’ itu kini tengah menjalani diproses penyidikan oleh Bareskrim Polri, dan sempat menuai kontroversi di tengah masyarakat, ada yang menentang habis-habisan dan tak sedikit pula yang menyebut tak ada yang salah dan berlebih dari cuitan itu.
Dalam waktu yang hampir bersamaan, muncul pula polemik terkait sebuah video yang beredar dan viral di media sosial, ketika Presiden RI Joko Widodo tengah membagikan kaos dari dalam mobil dengan cara dilempar.
Fenomena ‘lempar kaos dari mobil’ itu juga kembali menuai kontroversi di tengah masyarakat.
Tak sedikit dari warganet pengguna lain yang mengecam hal yang dilakukan presiden itu adalah perilaku yang tidak sopan dan kurang beradab.
Namun, ada banyak juga dari mereka yang menyebut bahwa hal yang dilakukan presiden Jokowi yang saat itu didampingi Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo itu adalah sesuatu yang wajar.
Kemudian, kabar terakhir yang baru saja terjadi yaitu kasus pemuda yang menendang sesajen di pingggir jurang, dan membuat geram orang yang melihatnya.
UFS bahkan menyebut bahwa fenomena ‘tendang sesajen’ dan cuitan ‘Allah mu ternyata lemah’ itu sama dengan peristiwa yang dialami oleh Nabi Ibrahim a.s. pada zaman dahulu.










