Terkini.id, Jakarta- Ustadz Muhammad Assaewad atau yang akrab disapa Ustadz Assaewad melontarkan pernyataan terkait Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan banjir Jakarta.
Ustadz Assaewad melontarkan pernyataan terkait Anies Baswedan dan banjir Jakarta melalui akun Twitternya yang diunggah pada Sabtu 16 Juli 2022.
Dalam unggahannya, Ustadz Assaewad menyatakan bahwa Anies Baswedan sebenarnya dapat lebih mudah mengatasi banjir Jakarta.
Bahkan juga disebutkan Anies Baswedan dapat mengatasi kemacetan Jakarta.
Kedua masalah Jakarta tersebut dapat diatasi Anies Baswedan jika dirinya menjadi presiden, sebagaimana dikatakan Ustadz Assaewad.
"Akan lebih mudah bagi @aniesbaswedan mengatasi kemacetan dan banjir jika menjadi Presiden," tulis Ustadz Assaewad.
Menurutnya, jika Anies Baswedan menjadi presiden dirinya akan dengan mudah mengatur.
Tidak hanya itu, Muhammad Assaewad juga mengatakan Anies dapat memerintahkan kepala daerah di kawasan Jabodetabek untuk bekerja sama.
"Dengan menjadi seorang Presiden akan mudah dia mengatur dan memerintahkan kepala daerah di kawasan Jabodetabek untuk bekerja sama," ujarnya.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporka ada 92 RT terendam banjir.
Adapun 92 RT tersebut tersebar di wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Timur dan Jakarta Barat, sebagaimana dikutip dari detik.com.
Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN UID Jakarta Raya Kemas abdul Gafar mengatakan, baru ada satu wilayah yang dilakukan pemadaman listrik.
"Sampai dengan sekarang, (pemadaman) hanya di satu titik lokasi, di Bintaro," kata Kemas Abdul Gafar, Sabtu 16 Juli 2022.
Kemas mengatakan, pemadaman tersebut dilakukan atas permintaan masyarakat untuk menjaga keamanan di instalasi rumahnya. Pemadaman listrik dilakukan sejak Sabtu pagi.
Lokasi detail dari daerah tersebut adalah Komplek Puri Kartika Baru. Hingga saat ini ada satu gardu listrik yang belum dinyalakan. PLN masih menunggu konfirmasi dari pemuka masyarakat atau pemerintah daerah setempat untuk dilakukan penyalaan kembali.
Kemas mengaku belum ada permintaan sama dari daerah lain. Namun, ia menyatakan siap bila diminta melakukan pemadaman.
"Untuk daerah lain belum ada permintaan yang sama. Kita melihat dan kita juga melaporkan. Dari sisi PLN sih sudah siap, tidak masalah," katanya menambahkan.
Terkait lama pemadaman listrik, PLN akan menunggu kesiapan masyarakat. "Kapan nyalanya, tergantung kesiapan masyarakat untuk dilistriki. Kalau PLN sudah siap tinggal ditekan tombolnya pasti nyala," pungkasnya.










