Terkini.id, Jakarta - Uni Eropa memberikan pernyataan kontroversi terkait kondisi keuangan Rusia saat ini ketika negara adikuasa itu sibuk melakukan invasi di Ukraina.
Kepala Komisi Eropa Ursula Von Der Leyen meramal bahwa Rusia sebentar lagi akan bangkrut dengan alasan bahwa negara yang dipimpin oleh Vladimir Putin tersebut tidak akan bisa membayar hutang luar negeri (default).
"Kebangkrutan negara Rusia hanya masalah waktu," ujarnya dilansir dari halaman sindonews, Senin 18 April 2022.
Sanksi ekonomi yang terus-menerus dikenakan negara Barat terhadap Rusia akan membuat negara tersebut berada diujung tanduk.
Beberapa saat setelah Kepala Komisi Eropa memberikan prediksinya ke publik, mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev langsung menanggapinya dengan nada sinis. Menurutnya Rusia menjadi bangkrut adalah impian seluruh negara Barat.
"Itu adalah sesuatu yang diam-diam diimpikan oleh para politisi Uni Eropa di malam hari," kata Medvedev.
"Ini adalah strategi mendalam dari Uni Eropa, niat rahasia para masokis dari Brussels dan mitra mereka dalam permainan dari seberang lautan (Amerika Serikat)," lanjut Medvedev.
Medvedev juga membalas pernyataan Rusia dengan membeberkan fakta baru bahwa sebenarnya sistem keuangan Uni Eropa yang tidak stabil tingkat kepercayaan masyarakat turun.
“Sistem keuangan UE tidak cukup stabil, kepercayaan masyarakat turun. Dan itu tidak terlalu terguncang bahkan di tahun 2008 yang mengesankan, dan saat itu sangat sulit,” imbuhnya.
Ia juga melanjutkan bahwa Uni Eropa silahkan berharap agar warganya mengucapkan rasa terima kasih kepada negaranya. Hal ini dikarenakan Eropa sedang dilanda kekurangan kebutuhan dasar di toko dan krisis migrasi baru.
Krisis yang dialami oleh Eropa tidak bisa dikaitkan lagi dengan apa yang menimpa negara Rusia saat ini.
Selain itu krisis yang terjadi di Eropa akan membuat tindakan kriminal akan semakin meningkat dan unjuk rasa dengan membakar ban akan terjadi di seluruh Eropa.
"Itu akan memprovokasi gelombang kejahatan kekerasan yang lebih buruk daripada yang terjadi di Albania," kata Medvedev, dikutip dari sindonews, Senin 18 April 2022.
"Kemudian orang-orang di Brussels harus mengubah retorika mereka," terangnya.
"Jika tidak, api unggun ban yang bau akan muncul di jalan-jalan kota Eropa yang terpelihara dengan baik,” tambahnya.









