Terkini.id, Jakarta – Setelah resmi menggantikan Slamet Maarif, KH Abdul Qohar Al Qudsi Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) baru mengungkapkan PA 212 tidak akan terlalu jauh masuk ke dalam ranah politik praktis.
Hal tersebut disampaikan Abdul Qohar usai serah terima jabatan Ketum PA 212.
"Kalau PA 212, sesuai jargon yang ada, tentunya kami tidak akan masuk terlalu jauh dalam politik praktis, tetapi lebih merekatkan semua elemen anak bangsa sesuai dengan pilihan yang kami sampaikan nanti," kata Abdul Qohar.
Namun, dia tidak memungkiri pihaknya akan mengutus delegasi untuk menemui calon-calon anggota legislatif di Pemilu 2024.
"Nanti ada pendelegasian kepada calon anggota dewan lintas partai yang satu visi misi dengan kami tanpa PA 212 masuk dalam pagar politik praktis," lanjutnya. Dikutip dari Jpnn. Rabu, 30 Maret 2022.
Dia juga mengatakan PA 212 sudah pasti akan ikut peduli dengan isu-isu nasional yang saat ini tengah jadi perbincangan publik.
Dia juga mengatakan PA 212 sudah pasti akan ikut peduli dengan isu-isu nasional yang saat ini tengah jadi perbincangan publik.
"Sudah pasti, tentu, karena jargon kami adalah perekat umat dan masyarakat, pembela agama dan negara. Tentu ironis sekali kalau PA 212 tidak ikut peduli tentang isu kekinian, masalah agama apalagi bangsa dan negara," pungkas Abdul Qohar.
Seperti yang diketahui bahwa Abdul Qohar menjadi ketum PA 212 berdasar Surat Keputusan Pembina PA 212 Nomor 153-SK-P-PA 212-2022 tentang Pengurus Dewan Tanfidzi PA 212 yang ditandatangani oleh Pembina Tunggal PA 212 Habib Rizieq Shihab.
Abdul Qohar Al Qudsi resmi menjadi Ketum PA 212 menggantikan Slamet Ma'arif yang sekarang menjabat sebagai Sekretaris Majelis Syuro PA 212.










