Ulasan Pengamat Politik Soal Dukungan Jokowi Kepada Ganjar dan Prabowo, Rugikan Siapa?

Ulasan Pengamat Politik Soal Dukungan Jokowi Kepada Ganjar dan Prabowo, Rugikan Siapa?

Fahri Setiadi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Lanjutnya, Dia menilai Jokowi adalah kepala negara dan kepala pemerintahan yang seyogyanya masuk dalam logika etika politik, tidak mengendorse siapapun.

Tapi menurutnya, presiden dalam ke anomalian sistem presidensial, siapapun yang terpilih dalam sistem yang anomali dari Gus Dur, Ibu Mega, lalu ketika pemilihan langsung ada SBY, ada Jokowi. Mereka semua seakan-akan menjadi pemimpin koalisi. Itu fakta juga secara de facto. Itu yang menyebabkan kenapa endorsement itu muncul.

"Nah, jauh-jauh hari dia berdiri di atas semua kelompok. Tapi, kenapa belakangan kok makin eksplisit kok gayanya, kalimatnya makin blak-blakan karena sekarang memang sudah dekat dengan masa pemilu. Dan prasyarat ketika seseorang ingin mengendorse jagoannya kan adalah prasyarat pertama betul chemistry," ujarnya.

"Seperti yang dibanggakan Bung Andre, dibanggakan Ganjaris, dibanggakan mungkin pengikutnya Mas Airlangga dari Golkar, dan saya atau pengikutnya Erick Thohir begitu, dan kita bisa membaca dari gesture minimal orang-orang ini memang memiliki chemistry baik dengan Jokowi, minimal mereka menjadi menteri tidak dipecat oleh Jokowi. Kalau dipecat oleh Jokowi kan artinya ada pola pikir visi misi dan chemistry yang tidak sama," lanjutnya.

Dia juga mengatakan hal itu yang menyebabkan Anies memiliki chemistry lebih jelek di mata Jokowi, lantaran pernah diberikan kesempatan kerja Jokowi, tapi tidak cocok.

"Nah, tapi begitu masuk kepada masa menjelang pemilu, kenapa dua orang yang muncul? Masuk ke prasyarat kedua, selain chemistry, tentu saja kalau kita pengen jagoin seseorang kan, kita pengen yang punya peluang menang. Nah, kebetulan riset-riset atau survei membuktikan dua orang ini punya peluang menang chemistry nya sama tapi elektabilitasnya 1 persen, 0,2 persen. buat apa? Ini pertarungan. Tapi, ketika elektabilitasnya 30 persen di atas 20 persen dan chemistry-nya sama, itu kan kemudian menjadi sesuatu yang realistis untuk bisa dijadikan action untuk didorong," terang dia.

"Nah, ini kemungkinan pertama kalau betul Jokowi memang mengendor sosok yang sudah disebutkan dan sudah bisa kita tebak, Ganjar atau Prabowo. Tinggal pertanyaannya nanti kalau mengerucut ke satu nama siapa?" sambungnya.