Terkini, Makassar — Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Perhubungan mulai melakukan uji coba rute pelayaran antar pulau dengan menghadirkan layanan transportasi laut berbasis kapal rakyat atau yang dikenal sebagai “pete-pete laut”.
Program ini menjadi upaya meningkatkan konektivitas wilayah kepulauan dengan tetap mempertimbangkan efisiensi anggaran bahan bakar minyak (BBM), waktu tempuh, serta kesiapan infrastruktur pendukung.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar, Muhammad Rheza, mengatakan uji coba ini merupakan langkah awal untuk mengukur efektivitas rute yang telah dirancang.
“Uji coba ini menjadi langkah awal untuk melihat efektivitas rute, baik dari sisi waktu tempuh maupun konsumsi BBM,” ujar Rheza saat ditemui pada Selasa 14 April 2026.
Rute yang telah melalui tahap survei meliputi perjalanan dari daratan menuju Baralompo, kemudian dilanjutkan ke Bone Tambung, Lumur-Lumur, Lanjungan, Rangai, dan kembali ke Baralompo.
Selain rute tersebut, pemerintah juga merencanakan pengembangan jalur pelayaran hingga ke Lingaring yang memiliki jarak lebih jauh. Namun, realisasi perluasan ini masih menunggu kemungkinan penambahan anggaran di masa mendatang.
Menurut Rheza, berdasarkan kondisi anggaran BBM dalam beberapa bulan terakhir, frekuensi pelayaran secara teoritis dapat mencapai 12 hingga 13 kali dalam sepekan.
Meski demikian, pada tahap awal operasional, layanan pete-pete laut ini diperkirakan baru akan berjalan satu hingga dua kali per minggu.
“Untuk tahap awal, kita sesuaikan dulu dengan kemampuan anggaran dan kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Ia menambahkan, penentuan jadwal operasional masih dalam tahap kajian, termasuk penetapan hari pelayaran yang paling efektif.










