Terkini.id, Makassar -Tepat pada tanggal 4 Februari, Kabupaten Bulukumba Sulawesi Selatan kian memasuki usia yang ke 63 Tahun .
Pada momentum HUT Kabupaten berjuluk Butta Panrita tersebut, Pemerintah Kabupaten Bulukumba menggelar kegiatan Upacara HUT Bulukumba ke-63 yang dilaksanakan di Lapangan Pemuda Kota Bulukumba, Sabtu 4 Februari 2023.
Sebagai informasi, di puncak Hari Jadi Bulukumba hari ini, Pemkab turut memperkenalkan budaya Adat Kajang Bulukumba dengan serentak mengenakan pakaian ada Kajang atau berpakaian hitam-hitam bagi seluruh warga, termasuk bagi instansi pemerintah maupun swasta, bahkan di tempat umum seperti pasar dan terminal.
Diketahui juga sejumlah rangkaian kegiatan memeriahkan Hari Jadi Bulukumba, mulai Dzikir dan Tabliq Akbar, pameran UMKM, lomba masak antar OPD, karnaval, jalan santai anti mager dan berbagai jenis rangkaian acara lainnya.
Dalam rangka hari jadi tersebut sejumlah masyarkat memberikan ucapan, saran dan masukan untuk kemajuan Bulukumba ke depan.
Salam satu datangnya dari salah seorang Dewan Penasehat DPP KKB, Andi Akbar A. Ptnh, MH turut memberikan komentarnya.
Menurutnya, kemajuan dan kesuksesan sebuah daerah tak lepas dari karakter dan leadership kepala daerah dalam memimpin sebuah pemerintahan.
Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf dengan berbagai terobosan dan inovasi, serta cara yang terbilang unik dilakukan orang nomor satu di Kota Bulukumba itu dalam memajukan daerahnya.
"Salah satu contoh cara yang terbilang unik adalah melakukan follow up terhadap ide dan gagasan dari masyarakat untuk dijadikan program," bebernya.
Cara itu kata dia terbilang sangat unik, sebab di berbagai daerah banyak pemimpin berparadigma top down atau program dari pemerintah dijalankan di masyarakat.
"Sebaliknya, Pak Bupati Bulukumba memilih model bottom up. Tentu ketika program itu datang dari masyarakat atau didengar dari masukan masyarakat, tentu mereka akan menjaganya dan melakukan pengawasan kebersihannya dan rasa memiliki yang tinggi," urainya.
"Itu berbeda sekali ketika program itu dari pemerintah daerah lalu dijalankan masyarakat, bahkan kadang tidak sukses," sambungnya.
Efek dari program yang bersifat bottom up atau berasal dari warga itu kata Andi Akbar juga berdampak pada pola perilaku dan mindset masyarakat, karena berawal dari pendekatan sosial, dengan melakukan kegiatan sambung rasa.
"Hal ini juga dimaksudkan untuk menyelesaikan segala permasalahan yang dihadapi oleh warga masyarakat Bulukumba," bebernya.
"Sukses Pak Bupati Bulukumba. Tak ada karya yang sempurna, tapi akan nampak sempurna bila diwujudkan secara nyata" bukan retorika semata,"tandasnya.










