Kemudian, Shane Lukas menunjukkan keberatannya terhadap keterangan yang ditulis oleh pihak kepolisian di Berita Acara Perkara alias BAP.
Pada saat melakukan gelar rekonstruksi penganiayaan David, Shane Lukas dilaporkan tidak setuju kalau dirinya adalah sosok yang melontarkan kalimat ‘Dan, enak banget ya main bola’.
Shane Lukas berujar pihak kepolisian tidak menanggapi keluhannya ini.
Adapun pernyataan Shane Lukas itu disampaikan ketika dirinya menjadi saksi dalam persidangan AGH alias Agnes Gracia Haryanto.
Sebagai informasi, Shane Lukas merupakan salah satu pelaku penganiayaan terhadap David.
Shane Lukas diduga menjadi pihak yang terus ‘menyemangati’ Mario Dandy ketika sedang menghajar dan menendang David.
Ada tiga orang yang terlibat dalam penganiayaan terhadap David tersebut, yakni Mario Dandy, Shane Lukas dan pelaku anak, AGH.
Kasus ini diduga disebabkan oleh pengakuan AGH yang pernah dilecehkan oleh David.
Tidak terima sang kekasih diperlakukan seperti itu, Mario Dandy merencanakan untuk menghabisi David dengan mengajak Shane Lukas.
Shane Lukas dan AGH diduga adalah sosok yang merekam peristiwa brutal tersebut.










