Terungkap! Ternyata Rektor Unmul Sempat Minta BEM Cabut Unggahan 'Patung Istana'

Terungkap! Ternyata Rektor Unmul Sempat Minta BEM Cabut Unggahan 'Patung Istana'

Dhia Fadhilah

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Samarinda – Terungkap bahwa pihak Rektorat Universitas Mulawarman (Unmul) sempat meminta Badan Eksekutif Mahasiswa-Keluarga Mahasiswa (BEM-KM) Unmul menghapus unggahan Wakil Presiden Ma'ruf Amin 'Patung Istana' dengan alasan tak beretika.

"Yang pasti sebelum ada rilis resmi dari rektor Unmul untuk mencabut unggahan tersebut, kami sudah komunikasi internal lebih dahulu (dengan Rachim)," ungkap Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Mulawarman (Unmul) Encik Akhmad Syaifudin, pada Kamis 11 November 2021 siang, dikutip dari CNN Indonesia.

Encik menyebut hal tersebut merupakan salah satu isi komunikasi internal pihaknya dengan BEM-KM Unmul sebelum kasus tersebut masuk ranah hukum.

Kata Encik, dari musyawarah tersebut, Rektor Masjaya meminta sejumlah hal ke mahasiswa.

Pertama, penghapusan unggahan di akun Instagram @bemkmunmul soal Ma'ruf Amin dengan alasan diksi yang digunakan jauh dari etika. Apalagi, menurutnya, unggahan itu mewakili kelembagaan secara keseluruhan meski berasal dari BEM-KM Unmul.

Kedua, ia juga meminta BEM-KM Unmul meminta maaf kepada Wapres dan juga warga Indonesia.

"Bagi kami kritik itu memang harus dipelihara mahasiswa, tapi pilihan kata juga harus dipikirkan matang-matang," tutur Encik.

Sebelumnya, seruan aksi yang dimaksud itu diposting pada Selasa 2 November 2021. Pada hari yang sama, Ma’ruf dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke Samarinda. BEM Unmul memposting seruan aksi tersebut melalui akun Instagram @bemkmunmul. Dalam postingannya, terdapat foto Ma’ruf Amin, dan pada bagian bawahnya terdapat kalimat ‘Kaltim Berduka Patung Istana Merdeka Datang ke Samarinda’.