Tarif Karantina Mandiri Mahal, Pengusaha Hotel: Tapi Tak Menguntungkan

Tarif Karantina Mandiri Mahal, Pengusaha Hotel: Tapi Tak Menguntungkan

Muhsin Hidayat

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Tarif karantina mandiri di hotel dinilai tak menguntungkan pengusaha hotel, meski harganya belasan juta. Hal tersebut diakui oleh Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).

Sekretaris Jenderal PHRI Maulana Yusran menyebut tarif yang diberlakukan kepada masyarakat jauh dibawah standar pelayanan hotel normal.

Dia menyebut tarif maksimal karantina untuk hotel bintang dua sekitar Rp7,2 juta, dan untuk hotel kategori mewah (luxury) sekitar Rp21 juta. Itu untuk paket selama 10 hari dengan pelayanan prima.

"Tidak (menguntungkan), malah lebih murah dan harganya juga tidak dinamis.Ini kan harga paket. Kelihatan mahal dari faktor 10 hari itu," ujarnya Rabu 22 Desember 2021.

Dari penuturannya biaya yang dibayar sudah termasuk dengan biaya makan tiga kali sehari. Ditambah biaya laundry lima pakaian per harinya.

"Kalau tarif biasa kan cuma (tarif) menginap dan sarapan saja. Tidak ada makan siang atau makan malam, laundry. Makanannya pun lengkap, karena berupa paket makanan," ungkap Maulana dilansir dari antaranews.com.

Maulana menambahkan biaya penjemputan di bandara juga ditanggung pihak hotel dengan taksi eksekutif dengan harga yang lebih mahal.

Ditambah tenaga kesahatan yang standby memantau, dua kali tes PCR, serta keamanan. Karena pemerintah mensyaratkan tidak boleh bepergian selama karantina.

"Jadi transportasinya khusus, karena harus dipastikan mereka tidak lari kemana-mana, itu sudah SOP dari pemerintah," kata Maulana.