Terkini.id, Jakarta – Eks Politikus Partai Demokrat yang juga merupakan seorang Pegiat Media Sosial, Ferdinand Hutahaean menanggapi kabar terkait Ketua MPR, Bambang Soesatyo yang mengatakan bahwa apabila Formula E sukses, yang namanya bagus bukan Anies Baswedan melainkan Indonesia.
Dalam hal ini, Ferdinand Hutahaean mengatakan bahwa pandangan Bambang Soesatyo atau yang biasa disapa Bamsoet, adalah pandangan yang setengah-setengah dan tidak memenuhi untuk dibenarkan.
Hal tersebut disampaikan Ferdinand Hutahaean melalui cuitan di akun Twitter pribadinya pada Minggu, 28 November 2021.
Kemudian, Eks Politikus Partai Demokrat tersebut juga menjelaskan bahwa balapan Formula E di seluruh negara adalah balapan yang digawangi oleh kota, bukan negara.
“Pandangan setengah-setengah dan tidak memenuhi untuk dibenarkan,” kata Ferdinand, diikuti Terkini.id dari akun Twitter @FerdinandHaen3 pada Minggu, 28 November 2021.
“Balapan Formula E itu di seluruh negara adalah balapan yang digawangi oleh kota bukan negara,” sambungnya.
Lebih lanjut, Ferdinand Hutahaean juga menjelaskan bahwa suksesnya balapan Formula E tidak benar mutlak akan membuat bagus nama Indonesia, tetapi, sambungan Ferdinand, Anies Baswedan dan Jakarta.
“Tidak benar mutlak akan membuat bagus nama Indonesia tapi Anies dan Jakarta “ Ujar Ferdinand Hutahaean.
Masih dalam hal yang sama, Pegiat Media Sosial tersebut juga mengkritisi penyelenggara balapan Formula E yang ada di Jakarta.
Dalam hal ini, Ferdinand Hutahaean mengatakan bahwa agenda balapan Formula E adalah balapan mobil listrik. Namun, sambung Ferdinand, yang mengurusi Formula E tersebut dari kalangan politisi, bukan pembalap ataupun olahragawan.
Selanjutnya, Eks Politisi Partai Demokrat tersebut juga mengatakan bahwa ajang balapan Formula E di Jakarta adalah ajang balapan politik.
“Judulnya Formula E, agendanya balapan mobil listrik, tapi yang mengurus politisi bukan pembalap dan bukan olahragawan,” kata Ferdinand Hutahaean.
“Duitnya diurus birokrat dan transparan dana gelap gulita, ini sih balap politik!,” pumgkasnya.










